Jumat, 15 Feb 2019 09:09 WIB

Polusi di Jakarta Tinggi, Dokter Paru Ingatkan Risiko Kanker

Ayunda Septiani - detikHealth
Salah satu sumber pencemaran udara adalah asap kendaraan bermotor (Foto: Rengga Sancaya) Salah satu sumber pencemaran udara adalah asap kendaraan bermotor (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Juru kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia, Bondan Ariyanu menuding polusi udara di Jakarta sudah di atas ambang wajar. Kadar PM 2.5 mencapai 88-102 ug/m3.

Praktisi kesehatan paru dr Agus Dwi Susanto, SpP dari RSUP Persahatan menjelaskan PM 2.5 salah satu komponen polusi udara yang disebut Particulate Matter. Partikel ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibanding PM 10 sehingga lebih berbahaya karena bisa masuk ke pembuluh darah.

"Dampaknya jangka panjang bisa terjadi penurunan fungsi paru, risiko terjadinya asma. Bahkan menurut WHO PM 2.5 ini berhubungan dengan terjadinya risiko kanker paru pada manusia," jelas dr Agus kepada detikHealth.


Selain PM 2.5 dan PM 10 yang merupakan komponen padat dan luquid (cair), komponen lain dalam polusi udara juga mencakup berbagai macam gas seperti CO, CO2,SO2. Masing-masing memberikan dampak berbahaya di dalam tubuh ketika melebihi ambang batas.

Terkait tingginya polusi di Jakarta seperti dituduhkan Greenpeace, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tengah mengkaji solusinya. "Nanti ada solusinya, insyaallah," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).




(up/up)
News Feed