Jumat, 15 Feb 2019 10:25 WIB

Pesan Ahli Buat yang Ingin Punya Anak Lebih dari Dua

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi keluarga. Foto: Istock Ilustrasi keluarga. Foto: Istock
Jakarta - Saat ini, punya anak lebih dari 2 bukan hal yang asing. Seiring peningkatan kekuatan ekonomi, generasi sekarang yakin bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan membesarkan anak dengan baik.

Namung, keinginan punya anak lebih dari 2 mendapat tanggapan negatif dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia Prof Sri Moertiningsih Adioetomo. Menurutnya, niat tersebut tidak sejalan dengan keinginan meningkatkan kesejahteraan Indonesia.

"Jangan egois dan cuek sosial dengan punya anak lebih dari 2. Punya anak banyak tapi maunya masih ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Padahal maksudnya dengan punya anak 2, ada anggaran yang bisa dihemat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar Sri pada acara diseminasi penelitian dan pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).


Tanpa peningkatan kualitas SDM, Sri ragu Indonesia bisa memetik keuntungan dari bonus demografi. Jumlah angkatan kerja yang tinggi justru berisiko menjadi beban karena mereka tidak punya cukup penghasilan. Jika mereka berkeluarga, anak yang lahir bisa mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau stunting akibat minimnya pengetahuan orangtua. Hal ini menjadi beban Indonesia dalam kesehatan ketika nantinya merak menjadi lansia.

Sri berharap generasi saat ini mempertimbangkan dengan baik, jika punya anak lebih dari 2. Saat ini Total Fertility Rate (TFR) masih di angka 2,4 yang lebih besar dibanding target 2,1. Angka ini bisa jauh lebih besar karena budaya banyak anak banyak rezeki masih dianut sebagian besar masyarakat.

(Rosmha Widiyani/up)