Jumat, 15 Feb 2019 11:00 WIB

Mengapa Kanker Darah Kurang Efektif Diterapi dengan Radiasi?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ani Yudhoyono saat menjalani pengobatan untuk penyembuhan kanker darah. (Foto: Instagram/@agusyudhoyono)
Jakarta - Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, menjalani perawatan untuk mengobati kanker darah yang diidapnya. Saat ini, dikabarkan bahwa Ani menjalani sejumlah perawatan, mulai dari perawatan yang melibatkan oral medication maupun injection.

"Ada beberapa treatment. Treatment khusus ini melibatkan oral medication minum berbagai jenis obat yang tepat untuk bisa melawan kanker darah yang ada di tubuh Bu Ani. Kemudian metode dengan cara injection," ujar Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulungnya, dikutip dari detikNews.

Pengobatan untuk kanker darah memang beragam, namun tidak disebutkan bahwa Ani menjalani terapi radiasi yang disebut efektif untuk mengobati sel kanker. Mengapa demikian?

"Kanker darah sangat sensitif, dianggap kurang efektif karena darah kan di seluruh tubuh makanya kurang bisa. Tapi efektif mengurangi rasa sakit khususnya di daerah tertentu, misalnya tulang," ujar Ketua Komite Penanggulanan Kanker Nasional, Prof Dr dr Soehartati, SpRad, Onk.Rad, kepada detikHealth belum lama ini.



dr Tati, sapaannya, menambahkan jenis terapi kanker dengan radiasi sifatnya lokal atau per area dan tidak bisa menyasar ke seluruh tubuh, berbeda dengan kemoterapi atau sistemik terapi

"Pembagian pengobatan kanker ada dua, lokal dan sistemik. Kalau lokal, itu spesifik misal di tulang, kaki, atau bagian tertentu. sistemik kena seluruh badan," tambahnya.

Oleh karenanya, untuk menyembuhkan kanker darah dilakukan sistemik terapi. Radiasi hanya bisa dilakukan kalau terdapat keluhan di daerah tertentu.

(kna/up)