Minggu, 17 Feb 2019 10:32 WIB

Cara Bersikap Jelang Debat Capres Tunjukkan Tingkat Kematangan Psikologis

Rosmha Widiyani - detikHealth
Nobar debat capres yang lalu di Bidakara (Foto: Grandyos Zafna) Nobar debat capres yang lalu di Bidakara (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Debat Calon Presiden (Capres) putaran kedua akan digelar pada Minggu (17/2/2019). Perbedaan dukungan dan opini terkait visi dan misi peserta debat di antara pendukung adalah hal yang wajar. Sayangnya, perbedaan ini kadang terbawa dalam kehidupan sehari-hari yang bertentangan dengan prinsip toleransi.

Menanggapi kecenderungan tersebut, psikolog klinis Ratih Ibrahim mengingatkan debat dan perbedaan politik adalah ajang pendewasaan emosi dan psikologis. Mereka yang memiliki kecerdasan emosi akan tetap menghormati orang lain terlepas dari pilihan politiknya.

"Orang yang dewasa dan matang secara emosional akan tenang saja menghadapi perbedaan ini. Mereka tidak menyerang individu atas pilihan politiknya karena tindakan itu memang tidak penting. Jangan sampai perbedaan menyebabkan munculnya permusuhan karena mereka tetap saudara kita," kata Ratih pada detikHealth, Sabtu (16/02/2019).



Selain mengangkat perbedaan ke dalam kehidupan sehari-hari, Ratih juga menyoroti peredaran hoax dengan adanya perbedaan politik. Ratih mengingatkan untuk tidak menyebarkan kabar yang kebenarannya diragukan, karena hal tersebut bisa jadi menyakiti pihak lain. Membuat dan menyebarkan hoax juga tidak menandakan kematangan psikologis menghadapi perbedaan.

Orang dengan kematangan psikologis memilih cara yang lebih baik untuk menyebarkan atau menjelaskan opini politiknya. Hoax atau menyerang individu jelas tidak masuk dalam metode yang akan dipilih. Perbedaan tidak menimbulkan permusuhan, karena tiap orang sebetulnya ingin diperlakukan dengan baik dan dihormati terlepas dari pandangan politiknya.

(up/up)
News Feed