Senin, 18 Feb 2019 19:31 WIB

Tidur Tak Nyenyak Bahaya bagi Jantung, Ini Alasannya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kurang tidur sejak lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali penyakit jantung. Foto: iStock Kurang tidur sejak lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali penyakit jantung. Foto: iStock
Jakarta - Kurang tidur sejak lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali penyakit jantung. Namun belum banyak penelitian yang mengungkap dengan detail bagaimana keduanya saling berkaitan.

Dalam sebuah eksperimen pada tikus, para ilmuwan dari Massachusetts General Hospital Center for Systems Biology mengamati efek kurang tidur pada pembuluh darah. Terungkap, kurang tidur memberikan perubahan pada komposisi hormonal.

Pada kelompok tikus yang kurang tidur, teramati penurunan hormon hypocretin alias orexin yang meningkatkan produksi sel-sel infmalasi di sumsum tulang. Inflamasi ini berhubungan dengan atheroschlerosis, pengerasan dinding pembuluh darah karena terbentuknya plak.


Temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature ini menunjukkan bahwa tidur yang cukup bisa melindungi seseorang dari risiko atheroschlerosis. Sebaliknya, kurang tidur bisa membuat kondisi tersebut memburuk.

Eksperimen ini dilakukan pada tikus yang didesain secara genetik rentan terhadap atherosclerosis. Karenanya, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi apakah kesimpulan yang sama juga berlaku pada manusia.

"Kami sekarang perlu mempelajari kaitan ini pada manusia," kata salah seorang peneliti, Filip Swirski, dikutip dari Livescience.

(up/ask)