Rabu, 20 Feb 2019 09:59 WIB

Bertambah Lagi, Korban Wabah Campak di Filipina Jadi 136 Jiwa

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Campak merupakan penyakit pernapasan yang sangat menular. (Foto: Thinkstock) Campak merupakan penyakit pernapasan yang sangat menular. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Belakangan ini campak sedang mewabah di Filipina. Sekretaris kesehatan Filipina, Fransisco Duque mengatakan pada Senin (18/2), sebanyak 136 jiwa telah menjadi korbannya dan sebagian besarnya adalah anak-anak usia 1-4 tahun, serta 8.400 lainnya jatuh sakit.

Imunisasi masif telah dijalankan sejak minggu lalu diharapkan dapat menghentikan wabah ini pada bulan April. Wabah ini diduga karena banyaknya warga yang masih takut melakukan vaksin, hingga presiden Filipina Rodrigo Duterte memberikan peringatan soal komplikasi fatalnya dan mengimbau anak-anak untuk diimunisasi.

"Tak ada kalau, tak ada tapi, tak ada persyaratan, kamu hanya perlu membawa anakmu dan percaya pada vaksinnya.. akan menyelamatkan anakmu. Itulah jawaban paling benar untuk wabah ini," kata Duque, dikutip dari Fox News.



Ketakutan tersebut disebabkan oleh kontroversi yang ketika vaksin DBD Dengvaxia yang dibuat oleh pabrik obat Eropa, Sanofi Pasteur yang mengakibatkan kematian pada setidaknya 3 orang anak. Sehingga kini usaha pemerintah Filipina adalah mengembalikan kepercayaan warga.

Duque menyatakan kemungkinan kembalinya rasa percaya, dengan adanya peningkatan penyuntikan vaksin anti campak pada sekitar 130 ribu orang dari target sebanyak 450 ribu orang di ibukota Manila dalam seminggu.

Campak merupakan penyakit pernapasan yang sangat menular, disebabkan oleh virus yang bisa disebarkan melalui besin, batuk dan kontak pribadi dekat. Komplikasinya meliputi diare, infeksi telinga, pneumonia, encephalitis atau pembengkakan otak yang bisa menyebabkan kematian, menurut Departemen Kesehatan Filipina.



Bertambah Lagi, Korban Wabah Campak di Filipina Jadi 136 Jiwa
(frp/up)
News Feed