Rabu, 20 Feb 2019 14:15 WIB

6 Penyakit yang Bisa Menyerang Kelenjar Getah Bening

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ranza Ferdian meninggal dunia. Foto: Ranza Ferdian (Instagram) Ranza Ferdian meninggal dunia. Foto: Ranza Ferdian (Instagram)
Jakarta - Dunia hiburan kembali berduka dengan kabar berpulangnya artis FTV Ranza Ferdian pada hari ini (20/2). Kabar tersebut datang dari aktor Ferdi Ali di Instagram miliknya, di mana ia mengunggah foto Ranza dengan caption berisi ucapan berbelasungkawa.

Hingga kini masih belum jelas apa penyakit yang diidap aktor muda tersebut. Banyak dari penggemarnya yang menuliskan sang aktor dan bintang iklan itu mengidap penyakit yang menyerang kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening merupakan sekumpulan jaringan berbentuk oval yang memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari infeksi dan juga kanker. Tanda saat sel-sel imun di dalam kelenjar getah bening sedang melawan infeksi atau kanker adalah dengan membesar atau membengkak, yang disebut adenopati.



Kelenjar ini tersebar di seluruh tubuh dan terbentuk dalam grup, seperti di ketiak, selangkangan, leher, panggul dan abdomen. Ada beberapa penyakit yang bisa menyerang kelenjar getah bening, seperti dirangkum dari berbagai sumber berikut ini:

1. Limfoma

Sistem limfatik merupakan kumpulan kelenjar dan pembuluh yang menggerakkan cairan limfe ke seluruh tubuh. Cairan limfe mengandung sel-sel darah putih pelawan infeksi. Kelenjar limfe atau kelenjar getah bening berlaku sebagai penyaring, penangkap dan penghancur bakteri dan virus sehingga mencegahnya menyebar.

Dikutip dari Health Line, sel limfe bernama limfosit bisa menjadi kanker di dalam kelenjar tersebut, yang disebut limfoma, dan sering disebut kanker kelenjar getah bening. Limfoma bisa menyerang beberapa bagian sistem limfatik lainnya seperti di sumsum tulang, limpa, dan amandel.

Gejala awal limfoma tidak terlalu spesifik sehingga bisa diabaikan dan sulit didiagnosis di stadium awal. Yakni gejala-gejala seperti nyeri tulang, batuk, kelelahan, demam, limpa bengkak, keringat dingin di malam hati, ruam gatal, kesulitan bernapas, nyeri perut dan kulit gatal.

2. Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasakit merupakan penyakit yang hampir sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini menjadi penyebab terbesar penyakit jantung pada anak-anak, namun jika ditemukan lebih awal, kebanyakan anak-anak akan sembuh tanpa masalah.

Saat seorang anak terkena penyakit Kawasaki, pembuluh darah di seluruh tubuhnya mengalami peradangan, sehingga dapat merusak arteri koroner yang membawa darah ke jantung. Tak hanya organ tersebut, kelenjar getah bening, kulit, serta dinding mulut, hidung dan tenggorokan juga bisa terserang.

Belum diketahui pasti apa penyebabnya, namun kemungkinan besar dari kombinasi genetik, paparan virus dan bakteri, dan faktor lingkungan lainnya. Situs WebMD menyebutkan ras Asia lebih besar risikonya terkena penyakit ini, walau ras dan etnis lain juga berisiko.

3. Leukemia Limpfoblastik Akut

Leukemia limfoblastik akut atau Acute lymphocytic (atau lymphoblastic) leukemia (ALL) terjadi saat sel-sel sumsum tulang berkembang salah dalam DNA-nya. Kesalahan ini 'menyuruh' sel-sel tersebut untuk terus bertumbuh dan membelah, di mana sel-sel yang sehat justru normalnya akan berhenti membelah dan nantinya mati.

Produksi sel menjadi abnormal dan akhirnya sumsum tulang memproduksi sel-sel yang belum matang yang tak dapat berfungsi benar yang akan berkembang menjadi sel-sel darah putih yang disebut limfoblastik. Sel limfoblastik bisa menyerang sel-sel yang sehat.

Disebut akut karena penyakit ini berkembang sangat cepat dan memproduksi sel-sel darah tak matang. ALL merupakan kanker namun juga bisa terjadi pada orang dewasa.

4. Limfoma Hodgkin's

Limfoma Hodgkin merupakan salah satu jenis dari kanker limfoma. Limfoma jenis ini dapat menyerang orang pad aumur berapapun, namun paling umum terjadi pada usia antara 20 hingga 40 tahun dan di atas 55 tahun.

Dalam tipe penyakit ini, sel-sel dalam sistem limfatik bertumbuh secara abnormal dan mungkin menyebar lebih. Tanda dan gejala dari Limfoma Hodgkin meliputi bengkak yang tak terasa nyeri di kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan, kelelahan terus-menerus, demam, keringat malam hari, gatal-gatal berlebihan dan kehilangan berat badan.



5. Limfoma Non-hodgkin

Limfoma non-hodgkin merupakan kanker yang bermula di sel darah putih yang disebut limfosit, yang menjadi bagian dari sistem imun tubuh. Bedanya dengan tipe hodgkin adalah penanganannya, dan kadang tak hanya menyerang kelenjar getah bening namun juga kulit.

Ada banyak tipe berbeda dari limfoma non-hodgkin, sehingga mengklasifikasikannya cukup rumit bahkan untuk para dokter. Beberapa sistem sudah digunakan, namun yang paling baru adalah yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni: tipe limfosit, bagaimana limfoma terlihat di bawah mikroskop, fitur kromosom dalam sel-sel limfoma, adanya protein tertentu di permukaan sel kanker.

6. Sarkoidosis

Sarkoidosis merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dari sel-sel inflamasi yang disebut granuloma di beberapa bagian di tubuh. Umumnya granuloma berada di paru-paru dan kelenjar getah bening, namun juga bisa menyerang mata, kulit, jantung, dan organ lainnya.

Penyebabnya belum diketahui, namun para ahli berpikir bahwa ini merupakan hasil dari sistem imun tuh yang merespon zat asing. Belum ada obat untuk sarkoidosis, namun kebanyakan orang bisa sembuh tanpa pengobatan atau pengobatan biasa, bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, sarkoidosis bisa bertahan lama dan berujung menyebabkan kerusakan organ.


6 Penyakit yang Bisa Menyerang Kelenjar Getah Bening
(frp/up)
News Feed