Rabu, 20 Feb 2019 22:04 WIB

Mengenal Vertigo, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Tim detikHealth - detikHealth
Mengenal Vertigo, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan/Foto: istock
Jakarta - Pernah dengar istilah vertigo? Salah satu kondisi atau keadaan yang cukup banyak diderita oleh orang dewasa ini menjadi masalah yang cukup sering dikeluhkan. Biasanya mereka akan mengeluhkan beberapa kondisi seperti lingkungan atau tempat yang seolah-olah berputar padahal sedang dalam keadaan diam atau bisa juga disertai dengan sakit kepala dan rasa mual dan ingin muntah.

Apa Itu Vertigo?

Vertigo adalah kondisi di mana seseorang akan merasakan bahwa lingkungan atau benda-benda yang ada di sekitarnya bergerak, melayang, dan seolah-olah berputar. Dalam kondisi ini biasanya penderita akan mengalami hilangnya keseimbangan sehingga untuk sekadar berdiri atau berjalan saja sangat sulit dilakukan. Selain itu, penderita juga akan merasakan bahwa bagian kepalanya akan terasa sakit, pusing, dan bahkan disertai dengan rasa mual dan ingin muntah.

Yang paling penting untuk diketahui, di sini vertigo bukanlah jenis penyakit kronis ataupun berbahaya. Melainkan sebuah kondisi di mana tubuh sedang mengalami beberapa gejala dari sebuah penyakit yang diderita. Biasanya kondisi seperti ini bisa menyerang siapa saja, terutama untuk mereka orang dewasa. Bahkan gejalanya sendiri bisa datang tiba-tiba atau bisa juga berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Jika ingin mengetahui tentang kondisi ini, maka Anda bisa mencobanya dengan berputar-putar hingga tubuh terasa melayang. Setelah itu, cobalah diam dan lihat lingkungan atau benda-benda yang ada di sekitar Anda. Hal tersebut sama halnya dengan yang dialami oleh penderita vertigo.




Gejala

Secara garis besar, gejala vertigo dimulai dengan sensasi rasa pusing yang disertai dengan kondisi kepala yang berputar-putar atau kliyengan. Selain itu, biasanya penderita juga akan merasakan sensasi lain saat kepala mereka terasa berputar-putar, seperti:

- Pusing
- Kepala terasa sakit disertai dengan berputar-putar atau kliyengan
- Mual
- Rasa ingin muntah
- Berkeringat
- Pergerakan arah pandangan yang tidak normal
- Hilangnya pendengaran
- Tinnitus atau telinga berdenging

Gejala Tambahan:

- Anggota tubuh yang mulai terasa lemas
- Penglihatan yang mulai ada bayang-bayangnya
- Kesulitan untuk bicara
- Disertai demam
- Kesulitan untuk berdiri atau bahkan berjalan
- Respon yang lambat
- Penurunan kesadaran
- Pergerakan mata yang mulai tidak normal

Jika seseorang mengalami beberapa gejala di atas, maka segera periksakan diri ke dokter. Jika tidak segera ditangani, maka kemungkinan bisa terjadi hal-hal yang lebih buruk saat penyebab vertigo kambuh kembali.

Penyebab

Ada beberapa kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini. Di mana kondisi tersebut dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu ada dua jenis vertigo yang bisa dialami. Pertama, vertigo sentral (terjadinya gangguan pada pusat keseimbangan otak) dan yang kedua adalah vertigo perifer.

1. Vertigo Sentral

Vertigo sentral adalah kondisi dimana terjadinya gangguan pada pusat keseimbangan otak. Bagian otak yang berpengaruh pada kondisi ini adalah cerebellum (otak kecil). Dimana cerebellum merupakan bagian yang langsung berhubungan dengan saraf sumsum tulang belakang yang berperan sebagai pengatur sekaligus mengontrol utama gerakan tubuh.

Berikut adalah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang terkena vertigo sentral:

· Migrain: adalah kondisi dimana kepala terasa sakit sebelah yang disertai dengan rasa nyeri dan berdenyut. Biasanya kondisi ini sering dialami oleh mereka yang masih berusia muda hingga orang dewasa.
· Neuroma Akustik: adalah tumor jinak yang tumbuh pada saraf kranial. Sedangkan saraf kranial merupakan bagian saraf yang melintang dari saraf pusat (otak) menuju ke telinga bagian dalam. Saraf kranial sendiri berfungsi untuk mengontrol pendengaran dan keseimbangan bunyi.
· Multiple Sclerosis: adalah gangguan sinyal saraf yang diakibatkan adanya sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun. Gangguan ini terjadi di bagian sistem saraf pusat dan tulang belakang.
· Tumor Otak: adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan yang menyerang bagian cerebellum atau otak kecil yang mengakibatkan terganggunya koordinasi pada gerakan tubuh.
· Stroke: adalah kondisi di mana terjadi penyumbatan pembuluh darah yang ada di otak.
· Akibat mengkonsumsi beberapa obat tertentu yang dapat menyebabkan timbulnya gejala vertigo.



2. Vertigo Periferal

Vertigo Periferal adalah jenis vertigo yang paling umum terjadi. Di mana penyebab adanya kondisi ini bisa diakibatkan karena adanya gangguan yang terjadi di telinga bagian dalam. Dapat diketahui jika telinga bagian dalam juga berperan sebagai pengatur keseimbangan tubuh manusia.

Secara normal, saat Anda ingin menggerakkan atau mengubah posisi kepala. Maka bagian dalam telinga ini akan memberikan sinyal atas posisi kepala yang Anda inginkan. Sinyal ini kemudian akan dikirim ke saraf pusat (otak) untuk melakukan perintah dengan baik dan melakukan fungsi pendengaran yang seimbang.

Jika terjadi gangguan pada telinga bagian dalam, baik itu yang disebabkan adanya virus ataupun infeksi, maka pengiriman sinyal akan terganggu dan terhambat. Biasanya, orang yang mengalami gangguan ini akan merasakan beberapa gejala, seperti pusing, sakit kepala, tubuh yang kurang seimbang, dan lainnya. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh beberapa gangguan lain, seperti:

· Labirintitis: adalah gangguan peradangan yang terjadi akibat virus dan bakteri yang kemudian terjadi infeksi di bagian telinga bagian dalam khususnya pada area yang berliku-liku dan penuh dengan cairan labirin. Biasanya jika terjadi kondisi seperti ini penderita akan merasakan kepala yang berputar-putar, mual, kesulitan untuk mendengar, demam, hingga hilangnya keseimbangan.

· Vestibular Neuritus atau Peradangan Saraf di Bagian Telingan Dalam: adalah kondisi yang mengakibatkan adanya peradangan yang terjadi di bagian saraf penghubung antara telingan dan otak. Peradangan ini bisa diakibatkan adanya virus dan bakteri yang menyerang telinga bagian dalam.

· Penyakit Meniere: adalah sebuah gangguan pendengaran pada telinga yang umumnya disebabkan adanya kelebihan cairan di bagian dalam telinga, adanya infeksi virus, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh kita. Biasanya penderita Meniere akan merasakan gejala-gejala seperti telinga yang terasa berdengung atau timbul suara desis hingga mengalami perubahan frekuensi pendengaran. Selain itu akan disertai dengan kepala kliyengan dan terasa sakit.

· BPPV atau Benign Paroxysmal Position Vertigo: adalah kondisi di mana telinga bagian dalam mengalami gangguan yang disebabkan oleh adanya perubahan posisi kepala secara tiba-tiba. Misalnya saja, perubahan posisi kepala yang semula dalam kondisi tegak tiba-tiba menunduk, gerakan mendongak, posisi bangun secara tiba-tiba dari tempat tidur.

· Riwayat Cedera Kepala: jika sebelumnya penderita pernah memiliki riwayat cedera di bagian kepala, baik itu yang disebabkan oleh kecelakaan atau benturan. Maka telinga bagian dalam bisa saja mengalami ge=angguan hingga menimbulkan gejala vertigo.

Pengobatan

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan pada seseorang yang mengalami vertigo, seperti dengan mengonsumsi beberapa obat di bawah ini:

- Diphenhydramine
- Promethazine
- Lorazepam
- Meclizine
- Dimenhydrinate

Jika setelah mengonsumsi obat di atas kondisi penderita tidak kunjung membaik, maka cara selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksakan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan beberapa tindakan seperti terapi vertigo yang akan dilakukan secara langsung atau pun bisa juga di rumah. Di mana gejala vertigo seperti ini tidak bisa dianggap sebagai masalah biasa karena dapat menimbulkan efek berkelanjutan.

(nwy/up)