Rabu, 20 Feb 2019 23:10 WIB

Serba-serbi Kanker Serviks, Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan

Tim detikHealth - detikHealth
Serba-serbi Kanker Serviks, Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan/Foto: Istock Serba-serbi Kanker Serviks, Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan/Foto: Istock
Jakarta -

Kanker serviks atau yang dikenal juga sebagai kanker leher rahim menjadi salah satu momok menakutkan bagi wanita di seluruh dunia. Penyakit yang menyerang organ reproduksi kaum hawa ini bahkan menjadi penyakit kanker nomor empat yang paling sering terjadi di dunia. Di Indonesia sendiri, jenis kanker ini menempati urutan ke dua sebagai pembunuh terbanyak kaum wanita setelah kanker payudara.

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat pembentukan sel-sel di leher rahim (bagian serviks) secara abnormal yang terus berkembang hingga tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut dapat berkembang dengan sangat cepat hingga mengakibatkan tumbuhnya tumor ganas pada bagian serviks atau leher rahim wanita.

Penyakit kanker ini sudah banyak ditemui di seluruh dunia. Bahkan menurut catatan Badan kesehatan Dunia (WHO), penyakit serviks ini merupakan salah satu jenis kanker ke empat yang paling sering terjadi pada wanita. Bahkan penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja baik itu di negara maju ataupun negara-negara berkembang layaknya Indonesia.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit serviks menempati urutan ke dua setelah kanker payudara yang menjadi pembunuh utama kaum wanita. Dimana kebanyakan penderita dari penyakit ini adalah kaum wanita yang telah memasuki masa menopouse (berhentinya siklus menstruasi).

Penyebab

Sejauh ini penyakit kanker leher rahim masih disebabkan oleh Humam Papillomavirus atau HPV. Terdapat lebih dari 100 jenis virus HPV yang dapat menyebabkan terjadinya kanker leher rahim. Namun hanya sekitar 13 jenis virus yang sebagian besar menyerang dengan cara ditularkan melalui hubungan seks yang dilakukan.

Selain itu, beberapa faktor diyakini mempercepat resiko terkenanya kanker leher rahim akibat kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan, misalnya saja seperti:

- Merokok

- Hubungan seks yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan

- Imunosupresi, seperti HIV AIDS

- Terkena infeksi Klamidia (penyakit menular seksual)

- Kurangnya mengonsumsi makanan sehar seperti buah dan sayur

- Obesitas

- Kebiasaan menggunakan alat kontrasepsi minum atau pil KB dalam jangka waktu panjang

- Wanita yang sudah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali

- Hamil dan melahirkan di usia muda

- Faktor kemiskinan

- Faktor keturunan

- Usia

- Penggunaan obat Diethylstillbestrol (obat anti keguguran)

Gejala

Di tahap awal perkembangannya, wanita dengan kanker leher rahim sangat sulit untuk menemukan gejala atau kondisi yang mengarah pada penyakit ini. Di mana kanker leher rahim tahap awal atau pre-kanker hampir tidak menunjukkan adanya gejala-gejala serius. Bahkan gejala baru akan diketahui setelah adanya pertumbuhan tumor di dalam leher rahim.

Untuk gejala yang sering dialami oleh penderita kanker serviks sendiri adalah dengan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:

- Terjadinya pendarahan yang tidak wajar pada vagina, misalnya saja Anda mengalami pendarahan padahal tidak dalam masa menstruasi, waktu menstruasi yang lebih panjang, terjadinya pendarahan saat atau setelah berhubungan badan, pendarahan setelah BAB, pendarahan setelah masuk masa menopause.

- Siklus menstruasi yang tidak teratur

- Keputihan yang tidak normal

- Adanya nyeri di bagian panggul atau di bagian punggung bawah

- Badan menjadi lebih cepat lelah, lemas, dan sering capek

- Nafsu makan menurun

- Berat badan turun drastis padahal tidak melakukan program diet

- Salah satu bagian kaki menjadi bengkak

- Keluarnya cairan pada vagina yang tidak normal dan disertai bau menyengat dan bercak darah

Pencegahan

Penyakit kanker leher rahim atau serviks dapat diminimalisir dengan beberapa upaya pencegahan. Di mana cara mencegah kanker serviks dapat dimulai dengan perubahan gaya hidup yang sedang dijalani. Selain itu, pencegahan kanker serviks juga dapat dilakukan dengan beberapa tahap di bawah ini:

- Melakukan pembicaraan dengan pihak keluarga, teman ataupun pihak medis tentang kondisi kesehatan Anda sekarang. Selain itu, Anda juga dapat menanyakan langsung pada dokter mengenai gejala awal atau hal-hal yang berhubungan dengan kanker leher rahim.

- Melakukan tindakan tes Pap Smear. Pap Smear merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk menemukan adanya perubahan pada bagian serviks, sel serviks, dan lainnya. Tindakan ini sangat penting untuk dilakukan terutama bagi mereka yang sudah menikah dan melahirkan. Di mana jika terjadi tanda-tanda abnormal pada bagian serviksnya, maka akan lebih cepat untuk melakukan penanganan yang lebih intens.

- Untuk Anda yang masih berusia di bawah 26 tahun, maka bisa melakukan vaksin HPV untuk melindungi dari serangan virus HPV 16 dan HPV 18 yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel serviks secara abnormal.

- Hindari terjadinya penularan virus HPV, yaitu dengan melakukan hubungan seks yang lebih aman, misalnya tidak berganti-ganti pasangan atau bisa juga dengan menggunakan alat kontrasepsi kondom.

- Untuk mencegah perkembangan kanker ke tahap yang lebih tinggi, maka Anda bisa memulai dengan merubah gaya hidup sehat, misalnya menjaga pola makan, memperbanyak makan buah dan sayur, olahraga teratur, istirahat yang cukup, tidak merokok dan minum-minuman beralkohol, hindari makanan siap saji, kemasan, dan lainnya.

Pengobatan

Dalam tahap pengobatan kanker serviks ada beberapa metode medis yang dapat dilakukan. Berikut cara mengobati kanker serviks yang dapat dilakukan dengan beberapa penanganan utama:

1. Operasi

Operasi merupakan tindakan pengangkatan bagian leher rahim yang sudah terinfeksi kanker. Dalam tahap ini beberapa tindakan yang akan dilakukan, yaitu:

- Radical Trachelectomy, yaitu tindakan pengangkatan serviks, bagian atas vagina dan jaringan sekitar leher rahim yang mulai terinfeksi oleh virus serviks. Dalam tindakan ini bagian tersebut akan diangkat namun rahim masih berada pada tempatnya. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk kanker leher rahim yang masih di tahap awal dan masih ingin memiliki anak.

- Histerektomi, yaitu tindakan pengangkatan serviks dan rahim. Namun tergantung dari tahap kanker yang sedang dialami, kemungkinan bagian indung telur dan tuba falopi juga akan diangkat sehingga penderita sudah tidak bisa hamil kembali.

- Pelvic Exenteration, yaitu Tindakan pengangkatan bagian serviks, rahim, kandung kemih, vagina, indung telur, rektum, dan tuba falopi. Dimana tindakan ini merupakan operasi besar yang akan dilakukan bagi penderita kanker tahap lanjud.

2. Radioterapi

Pada tahap awal, pasien akan ditangani dengan metode radioterapi yang akan disertai dengan tindakan operasi. Namun untuk tahap lanjut, dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan radioterapi yang disertai dengan kemoterapi untuk mengurangi efek dari penyebaran kanker leher rahim. Dalam tindakan ini pasien akan di radioterapi selama 5 - 8 minggu.

3. Kemoterapi

Tindakan kemoterapi dapat dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi. Di mana tindakan ini digunakan untuk menghambat dan mencegah penyebaran sel kanker serviks ke bagian yang lebih luas. Setiap metode pengobatan kanker memiliki efek samping yang akan dirasakan oleh pasien. Sehingga sangat penting sekali untuk mendiskusikan dengan pihak dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.

tag : penyebab kanker serviks, gejala kanker serviks, kanker serviks, pencegahan kanker serviks, pengobatan kanker serviks



(nwy/up)
News Feed