Anak itu bernama Edward Cortez (14) dari California. Ia diminta gurunya untuk menulis sebuah makalah yang berisikan alasannya tidak mengerjakan PR.
Edward pun menulis makalahnya bagaikan surat kepada gurunya itu, dan bertuliskan bahwa ia tidak ingin melakukan hal yang tidak membuatnya bahagia, dalam hal ini adalah mengerjakan PR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PR membuat Edward tidak bahagia, dan ia merasa stres juga membuat ibunya menua dan punya uban. Sehingga ia tidak ingin mengalami hal yang sama dengan ibunya itu.
"PR bukan hal nyata di dunia nyata, maka kita tidak perlu melakukannya di sekolah karena tidak berguna," lanjutnya.
"Kasus ditutup, aturan pengadilan berpihak pada Edward Immanuel Cortez dalam kasus siswa vs pekerjaan rumah," tutup surat tersebut.
Tulisan itu diunggah ke Twitter dan mendapatkan respon cukup banyak dari warganet. Mereka menganggap tulisan Edward lucu dan menggemaskan.
"Ini lucu. Saya berharap saya tahu beberapa dekade yang lalu bahwa saya tidak seharusnya membawa pekerjaan rumahan dalam pekerjaan dunia nyata saya. Siapa yang tahu?," tulis salah satu warganet.
Bahkan seorang guru pun sependapat dengan apa yang ditulis Edward dalam suratnya itu.
"Saya seorang guru dan saya 100 persen setuju dengan anak ini! Berhenti menetapkan pekerjaan rumah di akhir pekan. Batasi pekerjaan rumah selama seminggu," tulisnya.
Simak Juga 'Gemasnya Ekspresi Anak Saat Coba Makanan Imlek':
(wdw/wdw)












































