Sabtu, 23 Feb 2019 13:15 WIB

Hubungan Incest Hasilkan Keturunan Cacat, Benarkah?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Para terduga pelaku incest di Pekon Pangungrejo, Pringsewu, Lampung (ist) Foto: Para terduga pelaku incest di Pekon Pangungrejo, Pringsewu, Lampung (ist)
Jakarta - Terungkapnya kasus hubungan sedarah alias incest gegerkan Lampung. Polres Tenggamus di Pringsewu Lampung mengamankan ayah, adik, dan kakak yang terlibat hubungan incest.

Tragisnya, korban yang masih sedarah dengan pelaku adalah seorang perempuan penyandang disabilitas mental. Kasus tersebut kini dalam penanganan Unit Perempuan PPA Satreskrim Polres Tanggamus..

Terlepas dari kasus hukumnya, incest atau perkawinan antara kerabat dekat banyak dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan pada keturunan yang dihasilkan. Salah satunya adalah risiko penyakit bawaan.

Dikutip dari Medicaldaily, sebagian besar gen manusia bersifat menguntungkan atau netral. Namun sebagian kecil di antaranya membawa masalah kesehatan serius, dikenal sebagai penyakit resesif autosomal.

Termasuk dalam kelompok penyakit tersebut adalah cystic fibrosis, anemia sel sabit, Tay Sachs disease, dan albinisme. Perkawinan antar sepupu disebut meningkatkan risiko menghasilkan keturunan dengan salah satu penyakit tersebut sebesar 12,5 persen.



Sebuah riset tahun 2008 mengungkap, perkawinan incest juga meningkatkan risiko cacat bawaan lahir atau birth defect pada keturunan yang dihasilkan. Bila pada populasi umum risikonya sekitar 2 persen, pada perkawinan incest risikonya menjadi 2 persen.

Salah satu penyakit yang juga banyak dikaitkan dengan perkawinan sedarah adalah hemofilia, kelainan fatal yang membuat darah sukar membeku. Pada masanya, penyakit ini banyak ditemukan di keluarga kerajaan yang menjaga 'kemurnian' darah bangsawan lewat perkawinan sedarah.

(up/fds)