Selasa, 26 Feb 2019 17:30 WIB

Psikolog Ungkap Ciri-ciri Korban Pornografi, Salah Satunya Jadi Agresif

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi menolak pornografi (Foto: Rachman Haryanto) Ilustrasi menolak pornografi (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Kasus hubungan seksual yang dilakukan keluarga sendiri (incest) di Lampung memberi sejumlah pelajaran. Salah satunya bahaya pornografi bagi anak dan remaja. Kakak dan adik korban incest diketahui kerap mengakses pornografi melalui gadget.

"Dalam riset yang saya lakukan diketahui pornografi bisa menyusutkan otak depan hingga 4,4 persen. Ini jadi peringatan bagi masyarakat supaya lebih tanggap menghadapi bahaya pornografi. Untuk orangtua jangan terlalu dini memberikan gawai pada anak, untuk menghindari bahaya pornografi," kata psikolog Elly Risman pada detikHealth dalam Simposium Nasional Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Selasa (26/02/2019).



Konten pornografi dalam internet memiliki 4 ciri khas. Yaitu aggresive, affordable, access, dan anonymous. Konten kerap muncul tanpa sengaja saat sedang mengakses situs lain (pop up). Konten yang cenderung bersifat agresif ini, kadang tidak sengaja terpencet hingga akhirnya memberi berbagai materi seputar pornografi.

Menurut Elly, tingkah laku korban pornografi sebetulnya mudah diketahui. Mereka akan melakukan apa saja untuk memenuhi keinginannya mengakses materi porno. Karakter lain adalah sulit diajak berkomunikasi, mudah marah (agresif), dan mengalami gangguan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka juga lebih mudah terjerumus dalam perilaku seks berisiko, termasuk incest.

Dengan adanya kasus incest di Lampung, Elly berharap pemerintah dan masyarakat bisa membatasi akses pornografi. Selain secara regulasi, Elly menyarankan orangtua lebih sering berinteraksi dengan anaknya daripada memberi gawai. Interaksi keluarga lebih bermanfaat untuk anak dan orangtua daripada terpapar pornografi.

(up/up)
News Feed