Rabu, 27 Feb 2019 13:35 WIB

Reino Barack dan Syahrini Menikah, Ini Pengaruhnya Bagi Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pernikahan juga bisa membawa dampak bagi kesehatan (Foto: Syahrini dan Reino) Pernikahan juga bisa membawa dampak bagi kesehatan (Foto: Syahrini dan Reino)
Jakarta - Pasangan Reino Barack dan Syahrini dikabarkan menikah di Masjid Camii, Tokyo Jepang. Dikutip dari insertlive.com pernikahan keduanya yang berlangsung tertutup memancing rasa penasaran warganet.

Syahrini dan Reino disebut mengucap ijab kabul pada pukul 8.30 waktu Tokyo. Foto buku nikah mereka pun sudah tersebar di media sosial.

Pernikahan ternyata tak sekadar melepas masa lajang dua individu. Menikah ternyata berdampak untuk kesehatan. Berikut manfaatnya dirangkum detikHealth.



1. Pengaruh ke berat badan pria

Penelitian di University of Bath menyebut laki-laki punya berat badan rata-rata 1,3 kg lebih gemuk ketika sudah menikah. Titik kritis untuk mengalami kenaikan berat badan terjadi 2 kali, yaitu setelah menikah dan saat saat pertama kali punya momongan.

Laki-laki yang menikah juga punya gaya hidup yang lebih sehat dibanding lajang. Persepsi tentang masa depan dan tanggung jawab terhadap rumah tangga, menjadi salah satu motivasi untuk menjaga kesehatan.

Namun sebuah penelitian lain di Yokohama University menyebut pria yang menikah 50 persen lebih terhindari dari risiko kegemukan. Demikian juga kadar lemak cenderung berkurang dibandingkan pria lain yang tetap melajang.

2. Keseimbangan hormonal yang lebih baik

Laki-laki yang memiliki pasangan berpeluang lebih aktif secara seksual. Dalam beberapa penelitian, hal ini bisa menurunkan risiko gangguan prostat.

Sebuah publikasi di British Medical Journal juga menyebut harapan hidup yang lebih lama setelah menikah. Laki-laki yang aktif secara seksual punya harapan hidup 8 tahun lebih lama daripada lajang.



3. Pernikahan baik, jantung sehat

Riset di Journal of Epidemiology & Community Health menunjukkan kaitan kesehatan jantung dan kehidupan pernikahan. Orang dengan kehidupan pernikahan berkualitas, cenderung memiliki kesehatan jantung yang baik.

Namun hal sebaliknya terjadi saat pernikahan tidak berjalan harmonis. Pasangan berisiko mengalami peningkatan hormon stres atau kortisol. Stres yang tidak terkelola dengan baik akan mempengaruhi kesehatan fisik.

4. Mengurangi risiko demensia

dikutip dari AOLHealth, pernikahan ternyata bisa menurunkan risiko terkena demensia. Riset ini dilakukan tim yang dipimpin Miia Kivipelto dari Swedish Medical University Karolinska Institutet.

Orang setengah baya yang hidup sendiri, berisiko 2 kali lebih besar mengalami demensia dibandingkan yang menikah. Risiko ini ternyata lebih besar menjadi 3 kali lipat, pada orang yang bercerai pada usia setengah baya.

(up/up)