Jumat, 01 Mar 2019 20:12 WIB

Agar Pasutri Tak Gampang Berantem, Kenali Beda Otak Pria dan Wanita

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Untuk urusan tertentu, pria dan wanita memang berbeda dan tak bisa dipaksa untuk sama. (Foto: iStock) Untuk urusan tertentu, pria dan wanita memang berbeda dan tak bisa dipaksa untuk sama. (Foto: iStock)
Jakarta - Pria dan wanita memang diciptakan berbeda, namun sulit untuk memahaminya. Hal inilah yang terus disosialisasikan oleh dr Aisah Dahlan, terutama dari sisi parenting, misalnya perbedaan anatomi otak pria dan wanita yang mempengaruhi bagaimana mereka bekerja.

Banyak wanita yang mengeluh mengapa pria cenderung 'cuek' atau sulit dipanggil saat fokus pada sesuatu hal. Penyebabnya adalah corpus callosum yang berada di bagian tengah otak, serat saraf yang menggabungkan otak kanan dan otak kiri, di mana wanita 30 persen lebih tebal daripada pria.

"Kalau manggil harus di atas tiga kali, itupun kita udah pakai teriak-teriak, udah pakai muka cemberut. Makanya banyak anak laki-laki 'Ibu kok marah ya?' atau bapak-bapak juga gitu 'Kenapa ya istri-istri kalau manggil pakai melotot?'" tutur dr Aisah kepada detikHealth, Jumat (1/3/2019).

Baca juga:

Karena lebih tebal, wanita lebih mampu melakukan multitasking dan pria hanya mampu fokus pada hal yang sedang ia kerjakan dan pendengarannya akan mulai menurun. dr Aisah mengetahui hal tersebut setelah membaca penelitian yang dilakukan Alan dan Barbara Pease di London tahun 2006, lalu ia meniatkan diri untuk mensosialisasikan ke masyarakat.

"Iya ibu-ibu seneng kalau udah saya bawain seminar perbedaan otak pria dan wanita, mereka langsung 'Aduh gue salah', hahaha. Itu baru satu perbedaan, masih banyak perbedaan-perbedaan lainnya," imbuh dia lagi.

Wanita berusia 40 tahun ini melanjutkan, satu perbedaan lagi dari pria dan wanita adalah program bahasa dan bicaranya. Pria lebih diatur otak kiri dan memiliki rata-rata komunikasi 7 ribu kata per hari, sementara wanita berada di otak kiri dan kanan dan rata-rata komunikasinya per hari mencapai 20 ribu kata.

Ia mencontohkan saat suami dan istri saling berkirim pesan instan. Istri cenderung kesal ketika suami hanya membalas singkat pesan mereka yang sudah tertulis panjang, padahal bagi sang suami, balasan itu sudah cukup. Seringnya hal ini juga memicu pertengkaran karena suami dianggap cuek.



Perbedaan struktur otak pria dan wanita kerap memicu pertengkaran.Perbedaan struktur otak pria dan wanita kerap memicu pertengkaran. Foto: iStock


Hal ini dialami oleh Anwar (25), salah satu pegawai swasta di Jakarta Selatan. Ia berkisah sang istri pernah ngambek karena ia membalas singkat, atau terlalu lama membalas pesannya. Padahal ia tidak bermaksud mengabaikan pesan istrinya.

"Iya pernah. Contohnya waktu itu dia pernah cerita tasnya lagi rusak. Tapi aku bales beberapa jam kemudian karena lagi kerja, dan balas chat-nya ngabarin kalau mau meeting. Dia bilang minta chat tadi diabaikan aja padahal mau cerita tasnya rusak tapi kayaknya nggak peduli," kata Anwar saat berbincang dengan detikHealth.

Perbedaan lainnya adalah dari sudut mata. dr Aisah mengatakan perempuan memiliki sudut mata yang lebar, sehingga bisa melihat kanan dan kiri walau menghadap ke depan, namun jarak pandangnya pendek. Sementara pria memiliki jarak pandang yang jauh, namun sempit.

Hal ini biasanya menjadi masalah saat mencari barang di rumah. Para ibu atau istri kerap memarahi suami atau anak laki-laki karena sulit mencari barang, padahal bisa dengan mudah ditemukan oleh mereka.

"Itu yang ibu-ibu sering bilang, makanya cari pakai mata jangan pakai mulut. Laki-laki kalau dibilangin suruh cari pakai mata bisa tersinggung, kan udah pakai cari mata cuma dia nggak tahu kalau pandangannya sempit. Jadi kalau kita paham, kita rileks aja kenapa sih, hahaha. Daripada manggil teriak-teriak mending dicolek aja kan," tandas dr Aisah.

(frp/up)
News Feed