Sabtu, 02 Mar 2019 19:59 WIB

Kenali Faktor Risiko Paru-Paru Basah, Tidur di Lantai Bukan Salah Satunya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Tidur di lantai menyebabkan paru-paru basah, ternyata cuma mitos (Foto: iStock)
Jakarta - Komedian yang terkenal dengan aksi gagapnya Nur Tompel meninggal pada Sabtu (02/3/2019). Dikutip dari insertlive, almarhum meninggal akibat mengalami paru-paru basah.

Paru-paru basah sebetulnya tidak dikenal dalam kondisi medis. Kondisi ini merujuk pada produksi cairan berlebih yang ditemukan di rongga antar selaput paru atau kantong oksigen (alveolus). Kondisi ini diakibatkan infeksi Tuberkulosis (TB), gangguan jantung, atau terjadi keganasan yang disebut efusi pleura.

"Faktor risiko kondisi ini jelas bukan tidur di lantai, penggunaan kipas angin, atau naik motor tanpa masker dan pelindung. Faktor risiko untuk TB adalah ada kontak dengan penderita lain, penurunan sistem imun, dan lingkungan dengan sirkulasi udara buruk," kata dokter ahli infeksi paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr Fathiyah Isbaniah SpP (K), FIRS.



Menurut dr Fathiyah, infeksi TB juga menjadi penyebab paling sering terjadinya peningkatan produksi cairan. Kondisi ini menyebabkan paru-pari tertekan pasien sesak hingga sulit bernapas, dada yang terasa nyeri dan berat, serta batuk lebih dari 2 minggu.

Pasien sebaiknya segera ke dokter bila mengalami kondisi tersebut. Pengobatan biasanya melibatkan proses pengeluaran cairan sehingga paru-paru bisa kembali mengembang, yang disertai obat bergantung kondisi pasien. Tindak pengobatan secepatnya memungkinkan pasien tidak merasa sesak terlalu lama.

(up/up)