Minggu, 03 Mar 2019 18:13 WIB

5 Tanda Obesitas Mulai Membahayakan atau Bahkan Mematikan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Almarhumah Sunarti saat dirawat di Karawang (Foto: Luthfiana Awaluddin) Almarhumah Sunarti saat dirawat di Karawang (Foto: Luthfiana Awaluddin)
Jakarta - Warga Kabupaten Karawang Sunarti yang mengalami obesitas ekstrem meninggal dunia. Almarhumah wafat di rumahnya pada Sabtu (02/03/2019) setelah pulang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Jumat (1/3/2019).

Dikutip dari detikNews, Sunarti sempat menjalankan operasi bariatrik untuk mengatasi obesitasnya pada (18/02/2019). Tindakan medis ini bertujuan mengecilkan lambung Sunarti. Menurut dokter spesialis konsultan bedah digestif RSHS Reno Rudiman, operasi ini akan mengurangi jumlah makanan yang masuk ke dalam lambung dan mengurangi sensor lapar pada tubuh.

Obesitas adalah kondisi dengan indeks massa tubuh 23-29,9 atau lebih dari 30 kg/m2. Indeks massa tubuh sendiri merupakan rasio antara berat badan (dalam kg) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter), yang biasa dipakai sebagai ukuran kegemukan.

Berikut gejala yang perlu diwaspadai ketika obesitas mulai membahayakan.



1. BB meningkat tanpa sebab yang jelas

Kondisi ini kerap terjadi pada orang yang mengeluh minum air saja bisa meningkatkan berat badan. Asupan yang tidak sebanding dengan pengeluaran menyebabkan penumukan lemak, kolesterol, dan zat lain yang menyebabkan obesitas.

2. Muncul selulit dan sulit bernapas

Selulit atau stretch mark biasa muncul di daerah lipatan perut, paha, lengan, dan bagian tubuh lainnya. Selain selulit, tumpukan lemak dan kolesterol juga mengakibatkan sesak napas karena fungsi paru yang terhambat.

3. Pergerakan terbatas

Berat badan yang makin naik biasanya membatasi pergerakan anggota tubuh salah satunya kaki. Seiring peningkatan bobot badan, beban lutut akan semakin berat hingga mulai terasa nyeri. Selain itu, risiko terjadi varises juga makin besar seiring peningkatan berat badan.

Gemuk tapi sehat? Bisa sih, tapi harus diakui risikonya lebih besar untuk terserang penyakit tertentu.Gemuk tapi sehat? Bisa sih, tapi harus diakui risikonya lebih besar untuk terserang penyakit tertentu. Foto: iStock




4. Kelelahan dan gangguan siklus datang bulan

Dengan tubuh yang berat, seseorang akan lebih mudah merasa lelah karena besarnya energi yang diperlukan untuk bergerak. Tak heran bila orang dengan berat badan berlebih cenderung males gerak (mager). Pada sebagian kasus, obesitas ternyata mengganggu keteraturan siklus datang bulan pada wanita.

5. Gangguan jantung dan diabetes

Obesitas menjadi akar dari penyakit hipertensi, gangguan jantung, stroke, hingga kanker. Risiko mengalami penyakit tersebut meningkat seiring berat badan. Karena itu, sebaiknya melakukan pola hidup sehat jika berat badan terus naik tanpa terkendali. Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan rajin olahraga, makan sayur dan buah, serta tidak merokok.

(up/up)
News Feed