Senin, 04 Mar 2019 07:58 WIB

Bukan Perut Biasa, Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Alergi Makanan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Gampang sakit perut bisa jadi pertanda alergi makanan (Foto: Shutterstock) Gampang sakit perut bisa jadi pertanda alergi makanan (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Berbagai kondisi tidak nyaman kerap dirasakan usai mengonsumsi makanan tertentu. Reaksi ini mulai dari sekadar sakit perut, kembung, diare, perubahan tinja, hingga tertutupnya saluran napas (shock anafilatik). Pada masyarakat awam, kondisi ini membingungkan karena bisa diakibatkan alergi atau gangguan pencernaan (maldigestif).

Alergi dan maldigestif adalah kondisi yang berbeda sehingga jenis pertolongan yang diperlukan tidak sama. Menurut dokter keluarga praktisi kedokteran fungsional dr Novi Arifiani MKK Dipl ABRAAM, reaksi alergi dan maldigestif ternyata bisa dibedakan. Penjelasan atas kondisi ini bisa menjadi bahan konsultasi ke dokter ketika reaksi mulai mengganggu kegiatan sehar-hari.

"Reaksi alergi diakibatkan faktor yang sama, di tempat yang itu-itu saja, dengan bentuk kejadian yang tetap. Artinya tiap kali makan sesuatu pasti tubuh merespon dengan cara yang sama. Sedangkan reaksi maldigestif biasanya beda bergantung kondisi tubuh dan lingkungan sekitar. Kebanyakan reaksi usai makan hidangan tertentu diakibatkan maldigestif," kata dr Novi dari Komunitas Autoimun Indonesia.



Alergi merupakan bagian dari masalah terhadap autoimun karena manifestasi klinis yang nyaris sama. Untuk reaksi yang diakibatkan alergi, dokter biasanya menyarankan menghindari makanan tersebut. Menurut dr Novi, alergi bisa diatasi atau dikendalikan dengan reinduksi setelah kondisi tubuh lebih baik. Reinduksi adalah mengenalkan kembali tubuh pada makanan tersebut dengan porsi kecil namun sering dalam pengawasan dokter.

Reaksi akibat maldigestif tak perlu diatasi dengan mengindari makanan tertentu. Menurut dr Novi, kondisi ini bisa diintervensi dengan mencari penyebab maldigestif dan mengatasinya. Beberapa kondisi yang menyebabkan maldigestif adalah keseimbangan hormon, kekurangan enzim pencernan, pola makan, stres, dan ketidakseimbangan flora saluran cerna. Dr Novi mencontohkan salah satu solusinya yaitu minum yoghurt berkualitas baik untuk memperbiki kondisi pencernaan.

Menghindari makanan pada kondisi maldigestif berisiko mengakibatkan kekurangan nutrisi. Sedangkan pada kondisi alergi, menghindari makanan adalah solusi untuk kesehatan dan keselamatan. Alergi adalah reaksi yang menganggap makanan dengan kandungan tertentu adalah zat asing, yang tidak diperlukan atai berbahaya bagi tubuh.





Tonton juga video Gadis Ini Alergi Terhadap Matahari, Seperti Vampir:

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)