Senin, 04 Mar 2019 15:59 WIB

Andi Arief Tertangkap, Apa Sih Alasan Seseorang Pakai Narkoba?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Andi Arief ditangkap diduga pakai sabu (Foto: Usman Hadi/detikcom) Andi Arief ditangkap diduga pakai sabu (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkoba. Kloset hotel tempatnya menginap sampai dibongkar.

Andi Arief ditangkap di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (4/3/2019). Dia menginap di salah satu kamar.



Menurut dr Hari Nugroho, peneliti dari Institute of Mental Health Addiction and Neurosience (IMAN), faktor psikologis bisa menjadi dorongan hingga menggunakan narkoba. Dorongan ini adalah keinginan untuk selalu tampil baik, berperforma maksimal, memenuhi harapan dari lingkungan sekitar.

"Seseorang menggunakan narkoba karena ingin feel good dan feel better. Feel good biasa dirasakan orang yang harus memacu kinerja atau memenuhi tenggat waktu, sehingga harus fokus 24 jam. Sementara pada yang feel better, mereka biasanya sudah punya masalah sebelumnya misal low motivation dan cemas," kata dr Hari pada detikHealth beberapa waktu lalu.

Mereka yang low motivation biasanya memilih sabu sebagai stimulan untuk merangsang moodnya, misalnya sabu atau methampetamine. Sementara pada yang mengalami kecemasan biasanya mengonsumsi ganja atau heroine. Menurut dr Hari, pada yang ingin feel good biasanya memilih Lysergyc Acid Diethylamide (LSD) untuk merangsang ide atau inspirasi.

Terlepas dari jenis narkoba yang dikonsumsi, seorang pengguna narkoba bisa sembuh asal menjalani rehabilitasi. Proses ini tidak saja melepas ketergantungan, tapi juga membantu pengguna mengatasi masalah dalam dirinya.

(up/up)
News Feed