Senin, 04 Mar 2019 18:20 WIB

Kalau Sudah Kecanduan, Bagaimana Cara Detoks dari Narkoba?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tahap pertama dalam rehabilitasi narkoba adalah detoksifikasi atau membersihkan racun-racun dari dalam tubuh (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Jumlah pasti pengguna narkoba di Indonesia sampai saat ini tidak diketahui pasti. Sebab, obat-obatan terlarang seperti putaw, sabu-sabu, atau jenis lainnya dapat didapatkan dengan mudah bahkan murah yang menjadikan penggunanya tidak bisa berhenti mengonsumsi.

Ketika pengguna narkoba ingin sembuh, mereka biasanya melakukan rehabilitasi atau menjauhkan diri dari narkoba. Tahap pertama untuk menyembuhkan kecanduan narkoba adalah dengan detoksifikasi atau membuang racun dalam tubuh.

Proses detoksifikasi ini akan sangat menyakitkan yang membuat sebagian besar dari pecandu narkoba tidak kuat dan akan menyebabkan mereka kembali ke 'lingkaran setan' tersebut.

"Kalau mau dibayangkan, sakitnya putus zat untuk narkoba jenis heroin itu rasanya seperti kuku dicabutin satu-satu," kata dr Aisah Dahlan, pendiri Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, dalam sebuah wawancara dengan detikHealth.



Terdapat beberapa metode yang dilakukan dalam detoksifikasi hingga pecandu tidak lagi memakai narkoba dan dijaga ketat sampai tes urine menunjukkan hasil negatif. Prosesnya memakan waktu yang berbeda-beda pada setiap pecandu. Metode tersebut antara lain:

1. Metode substitusi

Di Indonesia, beberapa jenis narkotika terbilang legal namun tentu dengan resep dokter. Narkotika dengan jenis yang legal ini biasanya dipakai sebagai pengganti bagi pecandu sebagai substitusi dalam proses detoks.

"Misalnya kecanduan heroin, kita beri zat lain yang jenisnya sama dalam golongan narkotika, tapi di bawahnya," kata dr Aisah.

2. Terapi simptomatis

dr Aisah mengatakan, ketika racun di tubuh pecandu telah keluar, mereka akan merasakan sakit yang amat sangat. Ketika itu, pecandu akan diberikan obat untuk membantu mengurangi gejala tersebut sehingga mereka akan merasa sedikit nyaman.



3. Rapid detoks opiat

Terapi ini digunakan khusus bagi mereka yang kecanduan narkotika golongan opiat, misalnya heroin. Dokter akan memberikan obat khusus untuk mengeluarkan racun yang disebut anti opiat.

Efeknya memang akan lebih cepat, sekitar 8-12 jam. Sayangnya, harganya terlampau mahal dan sakitnya lebih dari biasanya. Mereka yang diberikan terapi ini seringnya dibius terlebih dahulu.

4. Cold Turkey

Metode ini membiarkan pecandu untuk merasakan sakit ketika sakaw atau saat racun mulai keluar dari tubuh. Karena kondisinya sangat memprihatinkan, mereka diibaratkan seperti ayam kalkun yang sedang pilek.

"Efektif karena jadi nggak manja pasiennya. Jeleknya, lebih banyak yang nggak tahan memakai cara ini," kata dr Aisah.

(kna/up)
dRooftalk
×
Rentetan Bencana di Awal Tahun
Rentetan Bencana di Awal Tahun Selengkapnya