Kamis, 07 Mar 2019 11:30 WIB

5 Mitos Seputar Menstruasi yang Sudah Tidak Perlu Dipercaya Lagi

Ayunda Septiani - detikHealth
Nggak jaman lagi percaya soal mitos yang beredar soal menstruasi. (Foto: Thinkstock) Nggak jaman lagi percaya soal mitos yang beredar soal menstruasi. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Menstruasi merupakan siklus bulanan yang umum dan normal dialami wanita. Meski begitu, banyak mitos yang menyertainya yang kerap membuat wanita maupun lingkungan di sekitarnya salah kaprah. Ini kekeliruan saat menstruasi yang sebaiknya tidak perlu dipercaya lagi.

Dikutip dari Body+ Soul, beberapa mitos di bawah tidak harus lagi untuk dipercaya. Jadilah wanita pintar untuk mempercayai sesuatu.



1. Tidak bisa hamil saat menstruasi

Kemungkinan untuk hamil memang kecil, tapi bukan berarti tidak mungkin. Ovulasi merupakan proses yang tidak bisa ditebak dan selalu ada kemungkinan terjadinya kehamilan. Saat menstruasi, sebaiknya hindari berhubungan seks karena selain tidak higienis juga meningkatkan risiko terkena penyakit kelamin. Jika ingin tetap berhubungan seks ketika menstruasi, ada baiknya menggunakan kondom.

2. Jangan olahraga

Beraktivitas ketika mens justru sangat dianjurkan, karena bisa membantu meringankan atau mencegah kram dan nyeri pada perut. Olahraga juga bisa meningkatkan mood positif kamu, jadi cukup efektif mengatasi rasa cepat marah atau kesal ketika PMS atau hari-hari pertama menstruasi.

3. Menstruasi cara membersihkan diri

Darah haid seringkali dibilang sebagai 'darah kotor', sehingga menstruasi dianggap sebagai cara bagi tubuh untuk 'membersihkan' diri sendiri setiap bulan. Sekilas, pernyataan ini begitu sangat ilmiah, namun menurut Maria Sophocles, M.D dokter kebidanan dan kandungan mengatakan jika dilihat secara teori, anggapan tersebut adalah salah.

Menstruasi menandai akhir dari rutinitas bulanan rahim, di mana lapisan jaringan rahim tumbuh sebagai persiapan akan kehadiran embrio. Nah, jika tidak ada embrio yang hadir, maka jaringan ini akan luruh bersama darah. Hal inilah yang disebut dengan menstruasi.



4. Minum yang dingin-dingin

Banyak orang percaya jika mengonsumsi minuman dingin saat menstruasi akan menunda datangnya si tamu bulanan, karena darah haid akan membeku 'kedinginan' dan dinding rahim mengeras.

Faktanya, minuman dingin tidak berpengaruh apapun pada kelancaran atau terhambatnya menstruasi seseorang. Pasalnya menstruasi berhubungan langsung dengan sistem reproduksi wanita, sedangkan minum dan makan berhubungan dengan sistem pencernaan.

Sehingga secara medis tidak benar adanya pengaruh antara minuman yang Anda konsumsi dengan adanya gangguan pada haid karena sistem pencernaan dan sistem reproduksi terpisah dan tidak ada hubungannya satu sama lain.

5. Tidak mandi saat menstruasi

Anehnya, beberapa orang berpikir bahwa wanita tidak boleh mandi pada periode mereka, karena fakta bahwa air panas merangsang pendarahan. Tetapi air panas dapat membantu meredakan kram dan ketegangan otot.

Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak mandi. Bahkan, mandi air panas mungkin akan membuat merasa lebih baik dan akan membantu menjaga vulva tetap bersih. Menggunakan produk perawatan intim yang keras sebenarnya dapat mengganggu keseimbangan bakteri di sana, yang mengarah ke infeksi.

Yang kamu butuhkan hanyalah air tawar dan sabun lembut. Mandi air panas juga dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan depresi.



Gimana detikers? Mitos apalagi yang kamu dengar selama ini? Tulis di kolom komentar ya! (up/up)