Sabtu, 09 Mar 2019 11:39 WIB

Yuk, Belajar dari Tom Hanks yang Mengidap Diabetes

Tia Reisha - detikHealth
Foto: Getty Images
Jakarta - Aktor ternama Tom Hanks ternyata pernah mengidap penyakit diabetes tipe 2 pada 2013. Dilansir dari Everyday Health, Director of the Nutrition and Diabetes Education Department at Saint John's Health Center di Santa Monica, Sandy Andrews, R.D., mengatakan Tom Hanks memiliki gula darah tinggi sejak usia 36 tahun dan hal tersebut merupakan indikator terbesar untuk diabetes tipe 2.

Untuk mengatasi diabetes, Hanks dan sang istri Rita Wilson melakukan diet bersama sehingga bisa saling mengingatkan untuk menjalankan pola hidup sehat. Mereka rutin berjalan kaki dan pergi mendaki sebagai bagian dari olahraga. Kebiasaan ini pun diakui mereka membuat kesehatan lebih baik.

Berbicara soal diabetes, Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr. Ervina Hasti W menjelaskan bagaimana ciri-ciri hingga penyebab diabetes tipe 2 atau diabetes melitus seperti yang dialami Tom Hanks.

"Penyebab penyakit diabetes melitus adalah terganggunya kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa ke dalam sel. Dalam keadaan normal, tubuh mampu memecah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi menjadi gula atau yang disebut glukosa. Glukosa merupakan bahan bakar untuk sel-sel dalam tubuh. Untuk memasukkan glukosa ke dalam sel dibutuhkan insulin," ujar dr. Ervina kepada detikHealth, Sabtu (8/3/2019).


Namun, lanjut dr. Ervina, penyandang diabetes tipe 2 memiliki kandungan insulin yang berkurang dalam tubuh sehingga tidak bisa melakukan fungsinya dengan maksimal. Akibatnya, sel-sel tidak dapat menyerap glukosa sehingga glukosa menumpuk dalam aliran darah.

"Tingginya kadar glukosa dalam darah inilah yang dideteksi lewat tes darah sebagai kadar gula darah tinggi. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf," lanjut dr. Ervina.

"Oleh karena itu, diabetes yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf di kaki," tambahnya.

Agar terhindar dari berbagai risiko tersebut, dr. Ervina menyarankan untuk mulai mengatur pola makan dengan prinsip 3J, yakni jenis, jumlah, dan jadwal. Untuk jenis makanan, pilih makanan dengan indeks glikemik rendah dan kaya serat, hindari karbohidrat sederhana, dan gula. Jika perlu, lanjutnya, ganti konsumsi gula dengan pemanis rendah kalori yang lebih sehat.


"Selain itu, jumlah atau porsi makanan harus tepat dan sesuai dengan kebutuhan kalori harian yang terbagi menjadi 3 kali makan besar dan selingan di antara jam makan besar. Olahraga secara teratur minimal 30 menit per hari. Minum obat anti diabetes sesuai rekomendasi dan taati anjuran dokter," tegasnya.

Untuk membantu memenuhi pola makan sesuai prinsip 3 J, penyandang diabetes bisa mengkonsumsi Diabetasol. Diabetasol merupakan nutrisi makanan pengganti untuk diabetes yang diformulasikan secara khusus dengan indeks glikemik rendah dan kandungan vita digest pro untuk menjaga kadar gula darah serta membuat kenyang lebih lama.

"Untuk dapat membantu memenuhi pola makan sesuai prinsip 3 J dapat dibantu dengan nutrisi makanan pengganti seperti Diabetasol, solusi praktis untuk mengetahui kandungan nutrisi dan kalori yang terdapat di dalamnya sehingga dapat terus berenergi dan kenyang lebih lama tanpa perlu khawatir terjadi lonjakan kadar glukosa darah setelah makan," pungkas dr. Ervina. (idr/up)