Sabtu, 09 Mar 2019 13:25 WIB

Prabowo Ditanya Tak Takut Masuk Angin, Kenali Dulu Faktor Risikonya

Firdaus Anwar - detikHealth
Prabowo di Bandung menyapa para pendukungnya. (Foto: Dony Indra Ramadhan) Prabowo di Bandung menyapa para pendukungnya. (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menjawab pertanyaan warganet yang penasaran apakah ia tidak takut masuk angin. Hal ini menyusul kejadian Prabowo yang membuka baju saat membuka baju saat menyapa pendukungnya di Subang, Jawa Barat, pada Rabu (6/3) lalu.

"Refleks aja terbawa suasana yang sangat bersemangat. Wajarlah," jawab Prabowo di akun Twitter pribadinya pada Sabtu (9/3/2019).



Berbicara mengenai masuk angin, memang kental kepercayaan masyarakat Indonesia bahwa ini adalah penyakit yang disebabkan oleh cuaca atau suhu dingin. Padahal sebetulnya dalam dunia medis tidak ada istilah masuk angin.

Gejala-gejala yang ditimbulkan seperti perut kembung, nyeri otot, pusing, sakit tenggorokan, bersin-bersin, sampai batuk dan pilek menurut mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Kartono Mohamad bisa jadi tanda dari penyakit lain.

Selesma dan flu jadi dua penyakit dengan gejala yang paling dekat sering dianggap sebagai masuk angin. Keduanya disebabkan oleh infeksi virus dan studi memang melihat suhu dingin bisa berperan sebagai faktor risiko.

Peneliti Dr Akiko Iwasaki pernah melihat kalau rhinovirus, salah satu virus penyebab selesma, bisa berkembang lebih baik di saluran pernapasan saat suhu hidung di kisaran 33 celcius dan suhu tubuh 37 celcius. Peneliti menemukan ini terjadi karena sistem imun bekerja kurang baik di suhu dingin.

Kondisi seperti kurang tidur, stres, dan diet tidak terjaga juga dapat memperburuk keadaan membuat sistem imun menjadi lebih lemah. Dampaknya virus mudah menyerang dan kamu jadi 'masuk angin'.

(fds/up)
News Feed