Minggu, 10 Mar 2019 15:15 WIB

Komentar Psikolog Soal Video Anak Tiru Suara Mirip Desahan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Anak punya rasa penasaran yang tinggi, orangtua perlu pintar dalam memberitahu suatu hal. Foto: iStock Anak punya rasa penasaran yang tinggi, orangtua perlu pintar dalam memberitahu suatu hal. Foto: iStock
Jakarta - Sebuah video viral di media sosial. Seorang anak kecil nampak menirukan suara orang yang tengah mendesah, diduga karena anak tersebut tidak sengaja melihat orangtuanya bercinta.

Anna Surti Ariani, SPsi, MSi, Psikolog, Psikolog Anak dan Keluarga dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, menyebutkan bisa saja anak tersebut meniru karena melihat orangtuanya bercinta, tapi kembali lagi, kita kan belum tahu juga kebenaran dari kejadian tersebut.

"Tapi, belum tentu lho. Bisa aja ternyata itu meniru dari video atau film yang pernah dia tonton, dari game, atau dari youtube, dll. Bisa juga sebetulnya bahkan nggak terkait itu semua, tapi dari temen-temennya, yang entah dapet dari mana. Kebetulan aja seperti lenguhan, tapi apakah lenguhan selalu berasal dari kegiatan bercinta? Kan nggak juga," kata psikolog yang akrab disapa Nina tersebut.


Kepada anak, Nina menyebutkan ini bisa dinetralisir. Misalnya dengan menyampaikan bahwa dia melenguh seperti sapi, lalu diperdengarkan suara sapi melenguh. Jadi tidak terlalu menunjukkan bahwa yang ditiru adalah suara orangtuanya.

"Lalu bisa dialihkan ke kegiatan lain, misalnya diajak main yang seru. Jika pengalihan dilakukan berulangkali, tidak terlalu memperhatikan gaya dia yang divideokan itu, tentunya anak akan lebih fokus pada kegiatan lain dibandingkan terus meniru."

Nina pun melihat sisi positif dari video tersebut yakni anak yang terlihat nyaman divideokan oleh wanita yang disebut-sebut sebagai ibu dari anak tersebut. Suara tawanya juga terlihat lepas.

"Perlu disadari bahwa dengan kondisi semacam itu, anak merasa amat diterima. Jadi attachment bisa terbentuk, dan di sisi lain, perilaku yang divideokan itu juga bisa terus diulang. Oleh karena itu jika tidak ingin perilaku ini berulang, berikan perhatian pada perilaku dia yang lain (misalnya ketika dia sedang bermain yang lain), dan perilaku yang divideokan ini pura-pura tidak diperhatikan, diabaikan saja," sarannya.


Kalau kamu, apakah pernah mengalami kejadian serupa? Lalu bagaimana kamu mengatasinya? Yuk bagikan kisahmu di kolom komentar atau kirimkan ke redaksi@detikhealth.com.


Simak juga 'Menurut Riset, Ini 10 Waktu Favorit untuk Bercinta':

[Gambas:Video 20detik]


Komentar Psikolog Soal Video Anak Tiru Suara Mirip Desahan

(ask/kna)
News Feed