"Untuk bulan Maret 2019, total DBD cenderung turun dibanding periode sebelumnya. Pada tahun 2018, jumlah kasus DBD sepanjang Maret mencapai 29 ribuan. Kasusnya memang turun namun masyarakat tetap harus waspada tanpa perlu panik," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono pada detikHealth, Senin (11/3/2019).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anung kembali mengingatkan masyarakat tak perlu khawatir namun tetap waspada menghadapi DBD. Masyarakat wajib aware bila ada yang mengalami kenaikan suhu tubuh, apalagi jika sebelumnya ditemukan kasus DBD di lingkungan sekitar. Masyarakat yang menjadi suspect DBD harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan, untuk mendapat pemeriksaan dan pelayanan lebih baik.
Untuk fasilitas kesehatan, Anung berpesan tetap melayani pasien dengan baik dan berkualitas. Screening harus dilakukan dengan efektif disertai edukasi pada masyarakat, terlebih bila pasien tidak perlu rawat inap. Hal ini untuk menghindari anggapan pasien tidak terlayani, meski secara medis memang tidak menunjukkan indikasi harus rawat inap.











































