Senin, 11 Mar 2019 23:48 WIB

Gejala dan Penyebab Gondongan serta Cara Mengobatinya

Tim detikHealth - detikHealth
Gejala dan Penyebab Gondongan serta Cara Mengobatinya/Foto: iStock
Jakarta - Pernahkah Anda melihat orang yang bagian rahang atau pipinya membengkak? Bengkaknya bukan berukuran kecil seperti ketika sakit gigi, tapi sangat besar. Bahkan mungkin sampai membuat leher tidak terlihat. Hal tersebut merupakan gejala dari penyakit gondongan.

Gondongan sendiri merupakan penyakit yang timbul karena adanya pembengkakan di bagian kelenjar air liur. Penyebab gondongan adalah virus yang menyerang kelenjar paratiroid yang berada di sisi kanan dan kiri wajah, kemudian di bagian leher belakang, serta di bagian bawah telinga.

Kelenjar paratiroid sendiri memiliki fungsi utama untuk memproduksi air liur yang berfungsi melindungi bagian dalam mulut. Air liur juga sangat dibutuhkan tubuh karena bisa membantu melunakkan makanan yang masuk ke mulut sehingga dapat dicerna dengan baik. Nah, ketika tubuh terserang virus yang bernama paramyxovirus, maka akan terjadi pembengkakan pada bagian kelenjar air liur dan muncul rasa nyeri terutama saat disentuh atau ditekan. Sayangnya, gejala dari penyakit gondongan ini tidak langsung muncul namun membutuhkan waktu antara 2 hingga 4 minggu sampai bisa diketahui.



Beberapa penderita gondongan ada juga yang tidak merasakan gejala apapun, namun secara umum penyakit ini ditandai dengan demam selama beberapa hari. Demam yang terjadi mencapai suhu 39 derajat celcius, kemudian menurun dan kembali naik lagi. Setelah demam, mulai muncul pembengkakan pada bagian kelenjar air liur. Tapi karena letaknya yang sering disalahartikan sebagai tempat gusi, banyak orang yang mengira gejala awal gondongan ini sebagai panas dalam atau sakit gigi. Berbarengan dengan demam, biasanya orang yang terkena gondongan juga akan mengalami sakit kepala hebat dan kehilangan nafsu makan.

Nah, penyakit gondongan sendiri sebenarnya bisa disembuhkan jika segera dilakukan pengobatan dengan tepat. Umumnya, pembengkakan terjadi antara 10 hari sampai dengan 2 minggu lamanya dan bisa menyerang semua usia. Untuk menghindari terkena penyakit gondongan ini, sebaiknya Anda tidak mendekati penderita gondongan karena virusnya bisa menular melalui air liur seperti halnya influenza. Untuk berjaga-jaga, Anda sebaiknya juga tidak menggunakan alat makan bergantian karena virus bisa bertahan di udara bebas.

Meski demikian, penularan penyakit ini tidak berlangsung cepat seperti halnya cacar air. Penularannya berlangsung lambat namun risikonya semakin meningkat jika Anda sering berinteraksi dengan penderita gondongan. Lalu siapa saja yang berisiko tertular penyakit gondongan ini? Sebenarnya semua orang bisa tertular, namun yang terutama adalah mereka yang sama sekali tidak pernah mendapatkan vaksin gondongan sebelumnya. Kemudian penyakit ini juga lebih mudah menyerang orang-orang dengan tingkat kekebalan tubuh rendah. Pengguna obat steroid oral dalam jangka waktu lama juga dapat meningkatkan penularan penyakit gondongan.

Penyakit Gondongan pada Anak-anak

Sayangnya, anak-anak usia 2 hingga 12 tahun juga sangat berisiko terkena penyakit gondongan. Dibanding pada orang dewasa, gondongan pada anak lebih berisiko karena bisa menyebabkan beberapa komplikasi. Misalnya saja, anak bisa mengalami meningitis atau peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Kemudian anak juga bisa mengalami orchitis atau peradangan pada testis dan pankreatitis atau peradangan pada area pankreas.

Untuk mencegah gondongan pada anak, maka perlu melakukan imunisasi khususnya MMR atau measles, mumps, dan rubella. Vaksin MMR ini bisa mulai diberikan pada bayi berusia 15 bulan yang akan diulang ketika anak berusia 5 tahun. Pemberian vaksin ini akan mengurangi risiko terkena penyakit gondongan pada anak meski ia berdekatan dengan penderita gondongan. Hasil vaksin ini juga sudah terlihat, terbukti saat ini gondongan termasuk penyakit yang cukup langka di Indonesia tidak seperti beberapa dekade lalu.

Obat yang Bisa Dikonsumsi untuk Mengatasi Gondongan

Jika Anda mengalami gondongan, maka langkah paling tepat adalah berobat ke dokter. Namun secara umum, cara berikut ini juga bisa digunakan untuk mengatasi gondongan:

Mengonsumsi Obat Anti Nyeri

Ada banyak sekali jenis obat anti nyeri yang bisa mengurangi rasa sakit akibat gondongan. Obat-obatan seperti ibuprofen atau paracetamol bekerja dengan mengurangi rasa sakit akibat peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Obat-obatan ini juga bisa dengan mudah diperoleh di apotek dengan harga terjangkau. Meski obat pereda nyeri minim efek samping, namun pastikan Anda tetap memperhatikan dosis yang dipakai. Namun obat semacam ini hanya bisa digunakan pada penderita penyakit gondongan ringan. Untuk gondongan yang sudah kronis, dibutuhkan obat-obatan yang lebih kuat dengan resep dokter.

Memperbanyak Minum Air Putih

Ketika menderita gondongan, Anda akan merasakan nyeri hebat saat membuka mulut. Maka wajar saja kalau penderita gondongan jadi berkurang nafsu makannya dan tidak ingin membuka mulut sama sekali. Tapi perlu Anda tahu kalau penderita gondongan membutuhkan banyak sekali asupan air putih untuk mencegah dehidrasi. Dengan adanya asupan air yang cukup, maka metabolisme tubuh akan menjadi lebih lancar dan mengurangi gejala yang disebabkan oleh parotitis.



Memastikan Beristirahat dengan Baik

Rasa nyeri disertai dengan pembengkakan yang cukup besar sudah pasti membuat Anda sulit untuk beristirahat. Namun ketika menderita gondongan, pastikan untuk istirahat dengan cukup agar kekebalan tubuh tidak semakin menurun. Anda juga sebaiknya membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan sekaligus menghindari Anda tertular virus lain seperti influenza. Menggunakan masker juga bisa membantu mencegah masalah ketika Anda terpaksa harus beraktivitas di luar rumah saat terkena penyakit gondongan.

Memperhatikan Asupan Makanan yang Masuk ke Dalam Tubuh

Penderita gondongan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lunak dan mudah dicerna, namun tetap memiliki nutrisi tinggi. Beberapa jenis makanan yang bisa dijadikan pilihan antara lain kentang, bubur nasi, daging yang dihaluskan, dan sayuran tim. Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung asam tinggi karena akan merangsang produksi air liur yang bisa menyebabkan pembengkakan semakin parah. Makanan pedas juga harus dihindari jika Anda tidak ingin rasa nyeri semakin parah.

Kompres Bagian yang Bengkak dengan Es Batu

Beberapa cara juga bisa dilakukan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan salah satunya dengan mengompres bagian yang bengkak menggunakan es batu. Dengan sensasi dingin dari es batu, rasa nyeri akan berkurang sehingga Anda bisa beristirahat dengan baik dan mempercepat pemulihan. Namun pastikan untuk membungkus es batu dengan handuk dan tidak langsung menempelkannya pada kulit karena bisa menyebabkan radang beku dan kerusakan jaringan syaraf yang justru memperparah penyakit Anda.

Gondongan bukan penyakit yang berbahaya, namun tetap saja penderitanya akan merasa terganggu dan kesulitan untuk beraktivitas. Maka dari itu, pastikan seluruh anggota keluarga sudah mendapat vaksin dan selalu menjaga imunitas dengan konsumsi makanan dan minuman penuh nutrisi supaya terhindar dari penyakit gondongan ini. (nwy/up)