Selasa, 12 Mar 2019 04:45 WIB

12 Indikator Keluarga Sehat

Tim detikHealth - detikHealth
12 Indikator Keluarga Sehat/Foto: iStock
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) pada tahun 2017 mengeluarkan sebuah gerakan bernama Germas alias Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Dalam gerakan ini, terdapat 12 indikator keluarga sehat yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 39 Tahun 2016.

Indikator keluarga sehat ini sendiri terbagi menjadi 5 kategori yang meliputi program seputar gizi serta kesehatan ibu dan anak, pengendalian dua jenis penyakit yakni yang menular dan tidak menular, perilaku sehat masyarakat, rumah dan lingkungan yang sehat, serta kesehatan jiwa.

Yuk, coba cek apakah Anda sudah memenuhi 12 indikator keluarga sehat berikut ini:



1. Keluarga Berpartisipasi Aktif dalam Program Keluarga Berencana atau KB

Anda pasti sudah sering mendengar mengenai Keluarga Berencana (KB), bukan? Program yang dicanangkan pemerintah ini bertujuan untuk membatasi 2 anak setiap keluarga dengan alasan kesejahteraan. Indikator ini dianggap sudah terpenuhi jika sebuah keluarga mendapatkan pelayanan KB di tingkat desa atau kelurahan. Selain itu, keluarga juga mendapatkan penyuluhan KB oleh tenaga kesehatan dan promosi KB yang dilakukan pemuka agama setempat. Keluarga juga dianggap lolos indikator pertama ini jika mendapatkan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi selama sekolah maupun menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

2. Ibu Melakukan Persalinan di Fasilitas Kesehatan Resmi

Indikator keluarga sehat yang berikutnya dianggap tercapai apabila dalam sebuah keluarga sang ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan resmi seperti puskesmas atau rumah sakit. Faktor pendukungnya adalah adanya pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas di skala puskesmas, kemudian terdapat ruang tunggu kelahiran dan alat transportasi yang memadai untuk membawa ibu yang akan melahirkan.

Selain itu, ada juga tempat pelayanan kebugaran ibu hamil misalnya senam hamil, dan ibu mendapatkan penyuluhan dari tenaga kesehatan mengenai pentingnya melakukan persalinan dengan tenaga yang ahli dan terpercaya.

3. Bayi Memperoleh Imunisasi Dasar Lengkap

Indikator keluarga sehat yang ketiga adalah jika dalam sebuah keluarga terdapat anak berusia antara 1 sampai dengan 2 tahun, maka ia seharusnya sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Imunisasi dasar ini meliputi vaksin Hepatitis B, BCG, DPT, Polio, dan Campak. Faktor pendukung dari indikator ini adalah adanya pelayanan imunisasi dasar di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain yang terdekat dengan keluarga. Kemudian ibu dan ayah seharusnya juga mendapatkan pengenalan imunisasi dasar dan mengetahui pentingnya imunisasi dasar yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Keluarga juga harusnya mendapatkan imbauan untuk melakukan imunisasi dasar kepada anak oleh para pemuka agama dan kader PKK. Yang terakhir, keluarga seharusnya memperoleh informasi secara nasional baik melalui televisi atau media lainnya mengenai imunisasi.

4. Bayi Mendapatkan ASI Ekskusif

Masih berhubungan dengan bayi, indikator keluarga sehat yang keempat berkaitan dengan ASI. Bayi dalam sebuah keluarga seharusnya mendapatkan ASI eksklusif selama minimal 6 bulan. Jika ada ibu yang kesulitan memberikan ASI, seharusnya bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan konsultasi di puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Ibu harus juga mendapatkan promosi berkenaan pentingnya ASI eksklusif yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terkait.

5. Tumbuh Kembang Bayi dan Balita Selalu Dimonitor Setiap Bulannya

Indikator keluarga sehat yang berikutnya masih berhubungan dengan bayi dan balita. Mereka seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan setiap bulannya, minimal dengan menimbang berat badan. Pelayanan kesehatan ini minimal dilakukan satu kali setiap bulan dan dibimbing secara langsung oleh Puskesmas namun pelaksanaannya bisa dilakukan oleh ibu-ibu di lingkungan tersebut. Untuk anak yang sudah menginjak masa sekolah seperti TK dan playgroup juga mendapatkan pemantauan pertumbuhan di sekolah masing-masing.


6. Penderita TB Berobat Sesuai dengan Ketentuan

Indikator kesehatan keenam berkaitan dengan pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Dalam hal ini, jika di dalam suatu keluarga terdapat seseorang yang menderita penyakit batuk lebih dari 2 minggu atau memang sudah diketahui mengalami tuberkolosis, maka wajib berobat sesuai dengan ketentuan. Faktor pendukung dari indikator ini adalah adanya pelayanan kesehatan untuk penderita tuberkolosi dan penyakit paru di puskesmas atau rumah sakit. Dalam sebuah keluarga, juga harus ada pengawas menelan obat atau PMO yang berfungsi mengingatkan penderita tuberkolosis dan paru agak selalu minum obat secara teratur.

7. Yang Mengalami Tekanan Darah Tinggi Berobat Secara Teratur

Apabila di dalam sebuah keluarga juga terdapat anggota yang menderita tekanan darah tinggi, maka harus berobat dengan rutin karena penyakit ini bisa menjadi komplikasi dan memicu penyakit mematikan lainnya. Keluarga seharusnya bisa mendapatkan akses kesehatan di faskes terdekat. kemudian penderita hipertensi juga harus bisa mendapatkan pengawasan menelan obat sesuai kebutuhan dan bisa melakukan konsultasi untuk berhenti merokok. Dalam lingkungan setempat juga harus digalakkan aktivitas fisik bersama seperti senam secara berkala. Keluarga juga perlu mendapat wawasan mengenai makanan dan minuman yang seharusnya tidak dikonsumsi oleh yang mengalami hipertensi.

8. Seluruh Anggota Keluarga Bebas Rokok

Indikator kesehatan keluarga yang kedelapan berkaitan dengan perilaku sehat. Dalam hal ini, seluruh anggota keluarga diharapkan bebas rokok alias tidak merokok sama sekali. Keluarga harus mendapatkan pelayanan untuk berhenti merokok di puskesmas atau faskes lain yang terdekat. Harusnya ada pula larangan untuk merokok di tempat umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan perkantoran. Usia pembeli rokok di warung atau minimarket juga perlu dibatasi sehingga tidak ada kesempatan untuk anak di bawah umur merokok.

9. Seluruh Keluarga yang Tercantum dalam KK menjadi Anggota JKN

Apabila Anda sekeluarga sudah terdaftar menjadi anggota BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan memiliki kartu kesehatan, maka dianggap lolos indikator ini. BPJS memberikan pelayanan kesehatan secara gratis untuk mempermudah Anda mendapatkan obat dan pelayanan kesehatan yang tepat. BPJS ini memiliki 3 jenis iuran yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan dan perlu dibayarkan setiap bulan secara rutin. Keluarga yang belum mengurus BPJS diharapkan segera menjadi anggota karena ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh.

10. Memiliki Akses terhadap Air Bersih dan Layak Minum

Indikator kesehatan berikutnya berkenaan dengan rumah dan lingkungan yang sehat. Dalam hal ini, keluarga harusnya memiliki akses air bersih baik dalam bentuk PDAM maupun sumur. Secara luas, keluarga juga harus bisa mendapatkan air bersih di tempat-tempat umum seperti sekolah atau perkantoran. Perlu juga diadakan penyuluhan air bersih dari tenaga kesehatan terkait.

11. Keluarga merupakan Pengguna Jamban Sehat

Indikator ini dianggap berhasil jika keluarga sudah memiliki akses terhadap jamban sehat, yakni jamban berbentuk leher angsa dan bukan hanya sekadar lubang di tanah. Keluarga juga perlu memperoleh penyuluhan terkait pentingnya menggunakan jamban sehat.

12. Keluarga dengan Gangguan Jiwa Tidak Ditelantarkan

Indikator kesehatan keluarga yang terakhir mengenai kesehatan jiwa. Apabila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, maka harus diajak berobat dan tidak ditelantarkan. Sebab penderita gangguan jiwa justru perlu diberi dukungan sehingga bisa segera sembuh.

Jadi apakah Anda termasuk keluarga sehat ? (nwy/up)