Rabu, 13 Mar 2019 15:04 WIB

Ini Lho Makanan Paling Pas Saat Diare

Tia Reisha - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Saat diare, ada beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi agar kondisi tubuh segera pulih. Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi mengatakan sebaiknya memakan makanan yang mengandung serat.

"Seperti sayur dan buah yang tidak asam, makanan rebusan, dan minuman yang mengandung elektrolit seperti larutan gula garam atau air kelapa," ujarnya kepada detikHealth, Rabu (13/3/2019).


Selain itu, lanjut dr. Helmin, ada juga makanan yang perlu dihindari saat terserang diare. Misalnya gorengan, makanan pedas atau asam, dan makanan dengan bumbu yang terlalu menyolok. Makanan atau minuman yang mengandung gas juga lebih baik tidak dikonsumsi saat diare.

"Makanan dan minuman tersebut dapat meningkatkan sensitivitas usus dan kontraksi usus sehingga bisa memperparah diare," ujar dr. Helmin.

Menurutnya, ada pula cara lain untuk membantu tubuh pulih dari diare seperti minum air yang cukup sesuai jumlah cairan yang hilang karena dikeluarkan saat diare.

"Minum cairan yang cukup. Sebagai perkiraan kecukupan asupan cairan dapat mempertimbangkan setiap BAB langsung minum lagi sesuai jumlah yang keluar," sambungnya.


Untuk membantu menghentikan diare, dr. Helmin menyarankan untuk mengonsumsi obat antidiare yang tepat, yakni yang bisa membantu membuang kuman atau racun penyebab diare.

"Pilihan obat diare harus tepat sepeti dapat membantu membuang kuman atau racun peyebab diare dan membantu menghentikan diare. Hindari obat yang hanya menghentikan diare tanpa membuang kuman atau racun pencetus diarenya," tegas dr. Helmin.

Obat antidiare yang bisa membantu menghentikan diare beserta gejalanya adalah Entrostop. Obat ini mengandung dua komponen utama, yakni activated colloidal attapulgite dan pectin yang bekerja lokal tanpa diserap tubuh.

Kedua bahan aktif tersebut berfungsi untuk menyerap racun dan kuman penyebab diare, memadatkan feses, serta mengurangi frekuensi buang air besar. Jadi tidak hanya menghentikan diare tetapi juga membuang racun atau kuman penyebab diare. (mul/mpr)
News Feed