Kamis, 14 Mar 2019 18:00 WIB

Nyeri Panggul Tak Kunjung Reda, Waspadai Kanker Serviks

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Waspadai nyeri panggul yang tak reda. Foto: thinkstock Waspadai nyeri panggul yang tak reda. Foto: thinkstock
Jakarta - Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi di area leher rahim yakni di bagian bawah rahim. Kanker ini merupakan penyebab kematian wanita yang paling tinggi.

Data dari GLOBOCAN 2018 menunjukkan kematian akibat kanker serviks yakni sebanyak 50 perempuan Indonesia per harinya. Hal ini disebabkan karena kurangnya upaya pencegahan dan biasanya baru terdeteksi setelah muncul gejala tertentu.

"Kalau ada rasa sakit di panggul, pegal-pegal kemudian muncul pendarahan itu bahkan sudah masuk gejala kanker serviks stadium lanjut. karena kalau awal, stadium 0-1 nggak ada gejalanya," tutur perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia, dr Venita Eng, MSc, saat dijumpai di Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).


dr Venita menambahkan, karena gejala awal kanker serviks yang sulit dideteksi atau tidak ada tanda-tanda yang serius maka wanita dianjurkan untuk melakukan skrining atau pemeriksaan dini sebelum terjadi gejala.

"Jadi kita meski merasa sehat tetap datang ke dokter dan skrining. Karena hanya dengan skrining baru ketahuan kalau ada kanker serviks sejak dini," imbuhnya.

Kanker serviks juga banyak ditemukan pada perempuan usia produktif dan 70 persen diantaranya sudah memasuki stadium lanjut. Pada kondisi ini, pengobatan akan menjadi lebih sulit dan mahal.

"Tingkat keberhasilan juga menurun. Oleh karenanya, saya sangat mengimbau para perempuan untuk segera lindungi diri dari kanker serviks dengan vaksinasi HPV dan deteksi dini. Karena pencegahan jauh lebih baik serta lebih mudah daripada pengobatan," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed