Kamis, 14 Mar 2019 23:06 WIB

Serba-serbi Termometer, Instrumen Pengukur Panas dan Berbagai Jenisnya

Tim detikHealth - detikHealth
Serba-serbi Termometer, Instrumen Pengukur Panas dan Berbagai Jenisnya/Foto: iStock Serba-serbi Termometer, Instrumen Pengukur Panas dan Berbagai Jenisnya/Foto: iStock
Jakarta - Suatu waktu, mungkin Anda atau anak, keluarga serta orang terdekat terserang demam. Hal yang lumrah dilakukan selanjutnya adalah menempelkan tangan ke kepala orang yang merasa demam tersebut.

Yang bisa dikatakan oleh yang memeriksa kondisi orang yang sakit itu akan terbatas pada suhu tubuhnya panas atau dingin. Atau anda akan mengatakan bahwa pada siang hari yang terik, Anda akan mengatakan bahwa cuacanya sedang panas. Hal yang berbeda akan Anda katakan saat minum segelas es teh. Anda akan berujar minuman itu dingin.

Nah kemampuan manusia hanya akan terbatas pada hal-hal yang bersifat kualitatif, panas atau dingin. Sesuatu akan dikatakan panas apabila memiliki suhu tinggi, dan sebaliknya akan dikatakan dingin apabila memiliki suhu rendah.



Hal ini tentu akan merepotkan apabila menyangkut dengan urusan medis. Karena panas atau dingin akan sangat relatif, dan tidak bisa digunakan sebagai parameter kondisi kesehatan seseorang sedang baik atau sedang sakit. Oleh karena itu, untuk mengukur suhu dari sesuatu dibutuhkan sebuah instrumen yang dapat mengetahui kondisi panas atau dingin tersebut. Alat inilah yang disebut dengan termometer.

Mungkin banyak dari kita belum tahu bahwa termometer asal katanya merupakan dari bahasa Yunani. Dalam bahasa itu, kata termometer terdiri dari dua kata yaitu thermos dan meter. Thermos memiliki makna panas dan meter memiliki makna mengukur. Jadi termometer merupakan suatu alat atau instrumen untuk mengukur derajat panas dari sesuatu.

Nah, termometer ini ada beragam jenis dan beragam fungsinya. Termometer konvensional memiliki prinsip kerja memanfaatkan pemuaian dari zat cair. Sebuah termometer yang diisi zat cair dipastikan memiliki sifat termometrik. Sifat ini adalah sifat yang membuat zat cair tersebut berubah karena suhu. Termometer paling konvensional akan diisi dengan 2 jenis zat cair yaitu alkohol atau raksa. Dua jenis zat cair ini memiliki sifat termometrik yang paling baik dibandingkan zat cair lainnya misalnya air.

Dengan adanya perubahan bentuk zat cair ini, dapat diketahui perubahan suhu dari sesuatu yang diukur dengan menambahkan skala. Ada beberapa skala yang lazim digunakan di dunia yaitu celcius (C), Kelvin (K), reamur (R), dan Fahrenheit (F). Di indonesia sendiri, satuan suhu paling lazim untuk digunakan adalah celcius.

Termometer Air Raksa dan Termometer Alkohol

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, termometer memiliki jenis dan fungsi yang beragam. Tulisan kali ini akan menerangkan mengenai jenis-jenis termometer yang ada dan populer penggunaannya di indonesia. Termometer dapat digolongkan dalam beberapa jenis, tergantung dari sudut manakah kita ingin menggolongkannya. Apabila digolongkan berdasarkan prinsip kerja, kita akan mengenal termometer zat cair, termometer bimetal, termometer hambatan, dan termokopel. Mari pertama kita bahas mengenai termometer yang digolongkan berdasarkan zat cair yang dipakainya. Apabila melihat jenis zat cair yang dipakai sebagai cairan termometer, kita akan mendapati 2 jenis termometer yaitu termometer air raksa dan termometer alkohol.

Kedua jenis termometer ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Termometer air raksa akan lebih mudah dibaca karena air raksa memang memiliki sifat mengkilap. Termometer air raksa memiliki jangkauan pengukuran lebih luas yaitu dari suhu -39 derajat celcius sampai dengan 375 derajat celcius. Nah termometer ini memiliki tingkat pemuaian yang lebih teratur dan lebih sensitif sehingga cepat menyesuaikan apabila ada perubahan suhu. Kekurangan dari termometer air raksa adalah harganya yang relatif mahal. Belum lagi pada dasarnya raksa adalah zat yang beracun. Satu lagi kekurangan dari jenis termometer ini adalah tidak mampu mengukur suhu di bawah 40 derajat celcius.

Untuk termometer alkohol, kelebihannya adalah jangkauan ukurnya yang luas dari -114 derajat celcius sampai 78 derajat celcius. Berbeda dengan termometer air raksa yang lebih mampu mengukur suhu panas, termometer ini akan lebih mampu untuk mengukur suhu dingin. Termometer alkohol memiliki harga yang relatif lebih murah, sehingga jenis termometer ini bisa dimiliki masyarakat umum secara lebih mudah.

Termometer alkohol memiliki ketelitian yang lebih baik, karena untuk kenaikan suhu yang kecil, alkohol akan memiliki perubahan volume yang besar. Nah termometer jenis ini tentu memiliki kekurangan, yang pertama adalah titik didihnya yang rendah yaitu 78 derajat celcius yang berarti tidak dapat mengukur suhu yang tinggi. Alkohol pada dasarnya tidak memiliki warna, sehingga perlu untuk diberi warna agar dapat terlihat. Selanjutnya kekurangan dari alkohol adalah dia akan membasahi dinding sehingga susah dibaca.

Dari perbandingan di atas, termometer yang akan digunakan sebaiknya menyesuaikan dengan kebutuhannya. Apabila diperlukan untuk mengukur suhu yang tinggi, akan lebih baik menggunakan termometer air raksa, karena jangkauannya yang lebih luas untuk suhu tinggi. Apabila ingin mengukur suhu yang rendah, maka akan lebih baik menggunakan termometer alkohol karena jangkauan suhu rendahnya lebih baik. Selain termometer yang digolongkan berdasarkan zat cairnya, termometer akan digolongkan dari fungsinya.



Termometer Suhu Badan

Jenis termometer pertama yang digolongkan berdasarkan fungsinya adalah termometer suhu badan. Termometer suhu badan lazim digunakan untuk keperluan medis. Yang paling umum dipakai adalah termometer air raksa. Cara penggunaannya adalah dengan meletakkan termometer di bawah lidah atau di ketiak selama beberapa saat. Air raksa dalam pipa akan naik dan berhenti pada skala tertentu yang akan menunjukkan suhu badan Anda.

Kini seiring perkembangan zaman termometer suhu badan tidak lagi menggunakan air raksa melainkan menggunakan termometer inframerah. Cara kerja termometer inframerah adalah dengan mendeteksi adanya radiasi panas menggunakan sinar laser. Termometer inframerah ini dapat mengukur suhu dengan cukup diarahkan ke bagian tertentu saja misalnya kepala atau mulut tanpa harus menyentuh secara langsung. Termometer suhu badan inframerah ini jauh lebih praktis, sehingga kegunaannya lebih banyak menggeser fungsi termometer badan dari air raksa.

Termometer Maksimum-Minimum

Jenis termometer lainnya apabila digolongkan berdasarkan fungsinya adalah termometer maksimum-minimum. Termometer ini dipakai oleh badan meteorologi dan geofisika (BMKG). Termometer ini dapat memperkirakan suhu maksimum dan minimum dalam suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Termometer ini biasa disebut dengan termometer Six Belani, sesuai dengan penemu dari termometer ini.

Termometer ini menggunakan alkohol sebagai bahan termometriknya. Termometer jenis ini bekerja berdasarkan prinsip pemuaian. Apabila suhu di suatu tempat naik, alkohol dalam tabung akan memuai, sehingga mendesak permukaan raksa di kaki kiri. Desakan air raksa di kaki kiri akan mendesak permukaan air raksa di kanan, sehingga mendorong petunjuk baja maksimum pada angka tertentu. Hal yang sebaliknya akan terjadi apabila suhu turun. Dengan demikian, kita dapat mengetahui suhu maksimum pada petunjuk di kaki kanan termometer. Lalu pada penunjuk di kaki kiri dapat mengetahui suhu minimum dari benda yang kita ukur.

Termometer Dinding

Termometer jenis terakhir adalah termometer dinding. Termometer ini umum digunakan untuk mengukur suhu ruangan. Skalanya berkisar antara -50 derajat celcius sampai -50 derajat celcius. Suhu normal dari ruangan adalah 25 derajat celcius. (nwy/up)