Menurut pengakuan S ke polisi, ia terpengaruh bisikan roh 'kembarannya'. 'Kembaran'-nya memprovokasinya untuk menusuk korban.
"Iya menurut dia ada roh yang membisiki dia, 'yang dilakukan orang di samping mengangkat kaki itu adalah penghina terhadap diri kamu', itu yang memicu dia melakukan itu," tutur Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin AR, dikutip dari detikNews.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, gejala ini juga ada pada kondisi depresi manik dan psikosis. Pengalaman traumatik (misalnya pelecehan seksual, kehilangan orangtua, dan lainnya) dianggap sebagai salah satu pemicu yang paling signifikan, terutama pada anak-anak.
Sebuah studi mengungkap, 70 persen orang yang mendengarkan 'suara-suara' dimulai karena adanya kejadian traumatik atau emosional.
Apabila kamu sudah merasa mendengar suara-suara dan itu membuatmu merasa terganggu, jangan sungkan untuk mencari bantuan dari ahlinya.











































