Jumat, 15 Mar 2019 16:25 WIB

Waspada, Makanan dan Buah Nikmat Ini Punya Indeks Glikemik Tinggi

Tia Reisha - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Mengonsumsi makanan favorit memang bisa membuat mood bahagia dan perut kenyang secara nikmat. Namun hati-hati akan indeks glikemiknya karena bisa mempengaruhi kadar gula darah. Apa itu indeks glikemik?

"Indeks glikemik adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengindikasikan seberapa cepat karbohidrat yang terdapat dalam makanan dapat diubah menjadi gula oleh tubuh manusia. Indeks glikemik juga dapat menggambarkan pengaruh makanan terhadap kadar gula darah dan insulin," ujar Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr. Ervina Hasti W kepada detikHealth, Jumat (15/3/2019).

Menurut dr. Ervina, semakin kecil angka indeks glikemik maka akan semakin kecil dampaknya terhadap kadar gula darah dan insulin. Indeks glikemik pun dikelompokkan menjadi 3, yakni rendah dengan angka di bawah 55, sedang dengan angka antara 56-69, dan tinggi dengan angka di atas 70.

"Junkfood dan nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi. Nasi yang diolah menjadi bubur indeks glikemiknya dapat naik berkali lipat karena lebih mudah diserap sehingga gula darah bisa naik tinggi," tegas dr. Ervina.

Bahkan, dr. Ervina menyebut indeks glikemik yang tinggi terdapat pula pada buah yang banyak dikonsumsi masyarakat. Buah tersebut di antaranya semangka dengan indeks glikemik sebesar 72, nanas dengan indeks glikemik sebesar 66, mangga dan pepaya dengan indeks glikemik sebesar 60, serta anggur hitam dengan indeks glikemik sebesar 59.

"Makanan dengan indeks glikemik tinggi tentu sangat cepat mempengaruhi kadar gula darah. Dampak jangka panjang bisa menyebabkan berbagai penyakit metabolik, salah satunya diabetes," sambungnya.

Indeks glikemik juga dapat memperbesar kemungkinan orang pradiabetes untuk terserang diabetes tipe 2 jika terus menerapkan pola hidup yang tidak sehat. Untuk itu, orang pradiabetes harus mengatur dan membatasi makan, salah satunya dengan memilih karbohidrat yang indeks glikemiknya rendah.

"Sebuah penelitian menginformasikan diperkirakan sekitar 15-30% orang prediabetes yang tidak mengubah pola makannya akan mengalami diabetes tipe 2 dalam waktu lima tahun setelah didiagnosis," ungkap dr. Ervina.

Meski begitu, masih banyak makanan dan buah dengan indeks glikemik rendah agar kadar gula darah tetap terkontrol. Misalnya sumber karbohidrat seperti wholegrain atau biji-bijian utuh dan beras merah. Ada pula buah seperti anggur, apel, stroberi, pisang, dan jeruk.

"Hampir semua sayuran cukup aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Karena rata-rata sayuran mengandung indeks glikemik yang sangat rendah hingga rendah. Contohnya adalah, wortel, brokoli, kol, dan bayam," kata dr. Ervina.

"Selain menghindari kebiasan-kebiasan tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji atau makanan tak sehat, biasakan tubuh berolahraga setidaknya 30 sampai 45 menit setiap hari, istirahat yang cukup, dan monitoring kadar gula darah rutin. Apabila kadar gula darah sudah tinggi, konsumsi obat teratur sesuai rekomendasi dokter," sambung dr. Ervina.

Selain itu, ada juga cara lain untuk mengontrol kadar gula darah, yakni dengan mengonsumsi Diabetasol. Diabetasol adalah nutrisi makanan pengganti untuk penyandang diabetes yang diformulasikan secara khusus dengan indeks glikemik rendah. (mul/mpr)
News Feed