Senin, 18 Mar 2019 09:00 WIB

ASI Berhenti di Bulan Ke-6 Seperti Nur Asia, Pengaruh Usia?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Usia tidak berpengaruh pada ASI. Foto: iStock Usia tidak berpengaruh pada ASI. Foto: iStock
Jakarta - ASI sempat menjadi salah satu topik dalam debat calon wakil presiden (Cawapres) 2019 untuk menangani stunting. Sandiaga Uno sempat menceritakan soal istrinya Nur Asia, atau yang biasa disapa Mpok Nur, yang berhenti menyusui setelah enam bulan melahirkan di usia 42 tahun.

"Di sini ada istri saya melahirkan anak terakhir, Sulaiman, di usia 42 tahun. Berhenti ASI, 6 bulan, nggak tahu kenapa, mungkin masalah usia. Kalau nggak lanjut protein bagaimana?" kata Sandi.

Apakah usia ibu bisa mempengaruhi jumlah produksi ASI? Dikutip dari New Mommy Media, konsultan laktasi Jan Barger menegaskan bahwa kualitas ASI tidak berubah seiring waktu.


"Terlepas dari usia Anda, status sosial-ekonomi, lama menyusui, asal negara, atau parameter lainnya yang ingin dipertimbangkan, ASI tetap berkualitas tinggi dan penuh dengan nutrisi dan antibodi," ungkapnya.

Penelitian juga telah dilakukan untuk meninjau efek dari usia maternal lanjut atas kandung lemak pada ASI menunjukkan bahwa lemak kolostrum pada ibu yang berusia lebih tua lebih tinggi ketimbang yang berusia muda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan target bahwa bayi harus diberikan makanan pendamping yang penuh nutrisi dan disusui hingga usia dua tahun atau setelahnya. Maka dari itu, untuk mencegah stunting, Sandi menginginkan anak TK dan SD mendapatkan susu dan kacang hijau sebagai penambah gizi, terutama jika anak-anak tidak mendapatkan ASI selama 2 tahun.

(frp/up)