Selasa, 19 Mar 2019 14:30 WIB

Studi: Kebanyakan Konsumsi Minuman Manis Berisiko Mati Muda

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Wanita minum soda. Foto: Thinkstock Wanita minum soda. Foto: Thinkstock
Jakarta - Gula sudah dianggap jadi silent killer dalam dunia kesehatan belakangan ini. Minuman manis seperti soda, minuman berenergi dan jus kemasan yang mengandung banyak gula disebut dapat meningkatkan risiko mati muda akibat penyakit kardiovaskular dan kanker, menurut studi terbaru di jurnal Circulation.

Studi ini khususnya melihat pada wanita, dengan membandingkan wanita yang meminum minuman manis lebih sedikit per bulannya, dengan mereka yang meminum lebih dari dua porsi per harinya. Peningkatan risiko mati muda meningkat hingga 63 persen pada kelompok wanita yang kedua sementara laki-laki yang melakukan hal sama memiliki risiko sebesar 29 persen.


"Ada studi-studi sebelumnya yang menunjukkan kaitan konsisten dan kuat antara konsumsi minuman manis dengan kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, dan juga kondisi kardiometabolik seperti penyakit jantung dan stroke," kata Vasanti Malik, pemimpin studi tersebut dan juga seorang ilmuwan peneliti, dikutip dari CNN.

Sementara makanan menyumbang sebagian besar gula tambahan dalam makanan kita, banyak ahli merekomendasikan untuk mengurangi minuman manis untuk mengurangi asupan harian. Malik mengatakan lewat temuan dalam studinya, ia mencoba untuk memberikan dukungan agar membatasi asupan minuman manis dan menggantinya dengan minuman lain.

"Misalnya seperti air putih. Secara keseluruhan minum air putih bisa meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur," imbuh dia.

Ia mencatat bahwa studi yang ia lakukan hanya meneliti kaitannya antara kebiasaan sering meminum minuman manis dengan risiko mati muda. Namun tidak serta-merta bisa disebut minuman manislah yang menjadi penyebabnya.



(frp/up)
News Feed