Selasa, 19 Mar 2019 16:46 WIB

Mitos Vs Fakta TBC yang Kamu Wajib Tahu

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Bercak darah saat batuk bisa menandakan infeksi TB atau TBC (Foto: iStock) Bercak darah saat batuk bisa menandakan infeksi TB atau TBC (Foto: iStock)
Jakarta - Sekitar 842.000 orang di Indonesia mengidap penyakit Tuberculosis (TBC). Diperkirakan 13 orang meninggal akibat TBC setiap jamnya. Saat ini, TBC juga sudah menyerang usia produktif dan juga anak.

Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina sebagai negara dengan pengidap TBC terbanyak di dunia. Ada berbagai faktor yang menyebabkan penanggulangan TBC di Indonesia menjadi lebih sulit, salah satunya karena mitos yang masih banyak dipercayai masyarakat.

"Banyak yang masih percaya mitos. Padahal TBC bisa disembuhkan asal minum obatnya teratur. Kalau putus-putus, nanti dia menjadi resisten," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, Wiendra Waworuntu, saat dijumpai di kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).

Menurut Wiendra, mitos tersebut menjadikan masyarakat menjadi tidak mau dan malu untuk berobat. Akibatnya, TBC yang diidapnya akan menulari yang lain sehingga makin banyak orang disekitarnya ikut tertular.

Berikut mitos dan fakta mengenai TBC yang perlu kamu ketahui.



1. Mitos: TBC bisa ditularkan oleh hewan
Menjelang ibadah kurban biasanya akan banyak kabar yang beredar seputar penyakit TBC yang diduga berasal dari hewan dan akan menular ke manusia.

Faktanya, penyakit TBC ditularkan oleh droplet infection dan percikan dahak. Selain itu faktornya dari manusia ke manusia tidak dari hewan.

2. Mitos: TBC karena guna-guna atau pelet
Masyarakat khususnya yang berada di daerah terpencil masih banyak yang mempercayai hal ini. Disangkanya bahwa ketika batuk tak kunjung sembuh dan disertai darah berarti ada orang yang tidak senang dan mengirimkan santet.

Hal ini yang menyebabkan penyembuhan penyakit TBC menjadi sulit, karena masyarakat yang mempercayainya terkadang memilih berobat ke 'orang pintar' dan akhirnya makin memperparah. Oleh sebab itu, jika batuk tak kunjung sembuh selama 2 minggu segera periksakan ke dokter.

3. Mitos: TBC penyakit turunan
Terkadang kalau bapak-ibunya mengidap TBC, anaknya juga akan ikut sakit TBC. Faktanya, penyakit ini tidak disebabkan oleh DNA atau gen.

Jika terjadi penularan, itu disebabkan karena kuman dan virus TBC yang masuk ke tubuh anaknya baik karena kurang menjaga higienitas atau imunnya rendah. Karenanya, jika ada satu orang di sekitar yang terkena TBC, maka seluruh anggota keluarga wajib memeriksakan diri.

4. Mitos: TBC selalu diawali batuk darah
Faktanya, tidak semua gejala TBC diawali batuk darah. Beberapa pasien bahkan tidak mengalami batuk berdarah namun dinyatakan positif terkena TBC.

Jika terjadi batuk darah berarti penyakit TBC yang diidapnya sudah masuk dalam kategori fatal dan penyembuhannya pun bisa lebih sulit.

(kna/up)
News Feed