Rabu, 20 Mar 2019 17:37 WIB

Soal Debat Cawapres, Menkes Beri Catatan Soal Stunting

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang) Menkes Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek mengemukakan pendapatnya mengenai debat putaran ketiga Pilpres 2019 lalu. Menurutnya, kedua pasangan calon wakil presiden terlihat sudah memahami isu kesehatan yang ada di masyarakat.

"Saya kira cukup baik ya, dari paslon 01 ini kan dua-duanya baru, tapi kan kalau paslon 02 pernah menjabat menjadi wakil gubernur sedangkan yang 01 sama sekali belum, beliau adalah seorang ulama tapi kalau buat saya sangat mengejutkan bahwa beliau bisa mengerti terutama tentang bidang kesehatan," tuturnya saat dijumpai di Balai Kartini, Jl Jend Gatot Subtoto, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Kedua cawapres pun menyinggung mengenai persoalan stunting dan status gizi ibu hamil serta angka kematian ibu dan bayi. Menurutnya pemaparan kedua paslon sudah cukup mewakili.

"Stunting pun dia sebut, 1.000 hari kehidupan. Jadi stunting kalau sudah 1000 hari kehidupan tidak lagi bisa ditolong. Ibu hamil, anak remaja, saya rasa komperhensif sekali," tambahnya.



Namun Menkes mengingatkan untuk pencegahan stunting harus dimulai sejak ibu hamil bahkan saat remaja. Generasi muda dibekali gizi yang cukup agar melahirkan anak sehat.

"Betul sih masih minum susu, saya tidak mengatakan salah ya tetapi kalau kita sudah stunting, setelah umur 2 tahun naik IQ nya di Litbangkes nggak lebih dari 15 persen dan sedikit naiknya. Jadi nggak bisa jadi jenius," ujarnya

"Jadi misalnya dia IQ nya 90 jadi 110. Hanya memang makanan di anak sekolah tuh betul kita harus sarapan itu betul karena kita harus punya energi untuk menangkap pelajaran," tutupnya.

(kna/up)
News Feed