Kamis, 21 Mar 2019 07:45 WIB

Terpopuler detikHealth

Tukang Pecel Lele Digebuki, Raffi Ahmad Hijrah, Operasi Otak Jarak Jauh

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi warung pecel lele (Foto: Rifkianto Nugroho) Ilustrasi warung pecel lele (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Sepanjang Rabu (20/3/2019) ada beberapa topik kesehatan yang diminati pembaca detikcom. Mulai dari penjelasan mengapa lapar bisa memicu rasa marah, rasa 'kosong' yang mendorong Raffi Ahmad hijrah, hingga keberhasilan peneliti China melakukan operasi otak jarak jauh.

Penjelasan rasa lapar dan marah berkaitan dengan peristiwa penjual pecel lele di Bekasi yang dipukuli pelanggannya. Menurut laporan ke polisi, sang penjual yang bernama Achmad Zunaidi dipukul karena dianggap terlalu lama menggoreng lele.

Oxford English Dictionary pada 2018 resmi memasukkkan istilah 'hangry', untuk menggambarkan hungry (lapar) yang memicu angry (marah-marah). "Bad-tempered or irritable as a result of hunger," demikian Oxford mengartikan Hangry.

Dikutip dari The Independent, hangry diyakini merupakan salah satu mekanisme untuk bertahan hidup. Dalam kondisi kelaparan, hewan cenderung mengalami peningkatan hormon kortisol dan adrenalin, yang membuatnya bakal memprioritaskan makanan.



Beralih ke salah satu tokoh di Indonesia, Raffi Ahmad dikabarkan hijrah karena merasa 'kekosongan' dalam hatinya. "Ibaratnya telat syuting kita takut, tapi kalo telat sholat kok nggak takut, itu hal yang paling utama sih, saya punya banyak tapi kok hati saya masih kosong terus ya harusnya saya lebih deket sama Allah," tutur Raffi secara gamblang melalui video di channel YouTube Husein Nasimov.

Terapis Pernikahan dan Keluarga Kaitlyn Slight dalam Psych Central mengatakan rasa kosong dalam hati ini bisa disebabkan oleh berbagai hal mulai dari kehilangan sesuatu yang berharga, kelewat fokus pada pekerjaan jadi lupa diri sendiri, hingga terlalu berharap penerimaan orang lain.

Menurut Kaitlyn cara mengatasinya yang paling utama adalah mengenali sumber perasaan hampa ini. Siraman rohani dapat membantu untuk bisa kembali merasa nyaman, namun juga tidak usah sungkan mencari bantuan psikolog.



Kabar terakhir datang dari dokter rumah sakit di China berhasil melakukan operasi pasien Parkinson's sejauh 3.000 km dengan memanfaatkan koneksi jaringan 5G. Dilansir China Daily, operasi ini dilakukan pada Sabtu (16/3) lalu oleh Ling Zhipei, dokter kepala dari First Medical Center di PLAGH Hainan.

Operasi ini bertujuan untuk memasang alat deep brain stimulation (DBS) di dalam otak pasien untuk membantunya mengontrol penyakit Parkinson's.

(fds/up)
News Feed