Kamis, 21 Mar 2019 08:06 WIB

Soal Obat Kanker Usus yang Dihapus, Ini Kata Perhimpunan Dokter Bedah Digestif

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dua obat kanker kolorektal dihapus dari formularium nasional (Foto: iStock) Dua obat kanker kolorektal dihapus dari formularium nasional (Foto: iStock)
Jakarta - Menanggapi pernyataan dari Kementerian Kesehatan, Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digensif Indonesia (IKABDI), dr A Hamid Rochanan, SpB-KBD, MKes, mengatakan IKABDI dan Fornas (Formularium Nasional) telah bersepakat obat kanker kolorektal Bevacizumab dan Cetuximab tetap diberikan pada pasien.

"Hari Senin kemarin, tanggal 18 Maret kami sudah melakukan rapat di kantor Kemenkes, langsung dipimpin oleh ketua tim Fornas, Prof Iwan, dan sudah kita sepakati artinya rapat tersebut bersifat final ya, bahwa terapi targetted Bevacizumab dan Cetuximab dapat diberikan kepada pasien kanker kolorektal metastatik dengan persyaratan tertentu," katanya saat dihubungi detikHealth, Selasa (20/3/2019).

dr Hamid memaparkan persyaratan yang dimaksudkan tentu bukan menghilangkan hak dari pasien, tapi memperjelas indikasi dari terapi tersebut. Menurutnya, jika komisi IX DPR mengatakan untuk menunda, maka Kemenkes harusnya menunda.



"Kalau dilihat dari rapat terakhir, pemberian obat harus tetap berjalan. Keputusan Kemenkes tentang Fornas tersebut ditunda kok. Kenapa nggak ditunda ini kan menyalahi" tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeleok mengatakan keputusan penundaan obat kanker kolorektal dengan jenis terapi tertarget dicabut sampai IKABDI bisa memberikan indikasi yang jelas.

"(Fornas-red) berlaku karena memang belum ada bukti, karena bukti yang dari HTA mengatakan ini sebenarnya tidak terlalu. Makanya lebih baik kalau saya bilang preventif itu. Tapi ingat, obat kanker tetap diberikan loh," jelas Menkes.



Soal Obat Kanker Usus yang Dihapus, Ini Kata Perhimpunan Dokter Bedah Digestif
(kna/up)
News Feed