Kamis, 21 Mar 2019 17:15 WIB

ASI Ma'ruf Vs Sedekah Putih Sandiaga, Mana yang Efektif Atasi Stunting?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Persoalan stunting turut meramaikan debat cawapres yang lalu (Foto: Grandyos Zafna) Persoalan stunting turut meramaikan debat cawapres yang lalu (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Angka stunting yang masih cukup mengkhawatirkan menjadi salah satu fokus kedua paslon Pilpres 2019. Untuk mengatasi stunting, cawapres nomor 01 Ma'ruf Amin menyarankan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjut 2 tahun, sedangkan cawapres nomor 02 menghadirkan program pemberian susu dan kacang hijau untuk siswa TK dan SD.

Dari keduanya, manakah yang lebih efektif? Ketua Program Studi Doktor Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr Rina Agustina, MSc, PhD menjawab keduanya harus dikombinasikan.

"Harusnya di-combine, yang paling penting sebenarnya adalah projektori 1.000 hari pertama kehidupan di mana mereka mendapatkan intake (anak -re) yang cukup dan bebas dari infeksi," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di Gedung Ali Wardhana LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Rina menambahkan, mencegah stunting bukan hanya dengan makanan apa yang dikonsumsi anak, melainkan proses pencegahan yang dimulai sejak ibu mengandung hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

"Jadi tidak hanya masalah makanan tapi juga masalah sanitation and hygiene. Dimulai dari ibu hamilnya, ibu hamil harus makan yang berkualitas, dia harus happy, di mana suami juga harus berperan di sana," lanjutnya.



Hal senada pun ditutukan Rini Suhartini dari Sub Direktorat Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan. Menurutnya 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa-masa penting pertumbuhan anak terutama untuk mencegah stunting.

ASI sangat penting untuk mencegah stunting, namun bukan hanya itu. Setelah 6 bulan, ASI harus tetap dilanjutkan hingga 2 tahun dan dilengkapi dengan MPASI yang bernutrisi tinggi.

"Kita ada promosi ATIKA terutama untuk ibu hamil dan balita 1.000 hari pertama kehidupa. ATIKA itu ati, telur, dan ikan," kata Rini.

"Jadi harus makan protein yang tinggi terutama protein hewani karena mudah diserap dan untuk hormon pertumbuhan lebih bermakna daripapda nabati saja. Terutama pencegahan stunting tadi, maksimal kan 2 tahun ya, 2 tahun kan udah nggak bisa diperbaiki lagi, makanya kita jaga dari hamil kan," imbuhnya.

(wdw/up)
News Feed