Jumat, 22 Mar 2019 09:34 WIB

Waduh! Jual Sel Telur demi Beli iPhone, Nyawa Gadis Ini Nyaris Melayang

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Demi iphone, gadis China ini rela nyaris meregang nyawa. Foto: Issei Kato/Reuters Demi iphone, gadis China ini rela nyaris meregang nyawa. Foto: Issei Kato/Reuters
Jakarta - Seorang gadis berusia 20 tahun di China Timur nyaris mati setelah menjalani operasi untuk menjual sel telurnya di pasar gelap. Aksi berisiko ini ia lakukan lantaran ingin membeli iPhone XS Max baru.

Ia mendatangi sebuah klinik ilegal di mana ia disuntik sebanyak 10 kali guna menstimulasi sel telurnya sebelum diambil. Tiga hari setelah operasi, kesehatannya langsung menurun dan ia mengalami perut kembung dan kesulitan bernapas.

Akhirnya ia memeriksakan dirinya ke dokter dan mendapati dirinya mengidap sindrom hiperstimulasi ovarium. Suatu kondisi yang bisa terjadi saat sel telur menjadi kelewat terstimulasi untuk pertumbuhan telur dan cairan menumpuk di sekitarnya.


"Lebih dari lima liter cairan dikuras dari perutnya. Ovarium atau indung telurnya melebar seakan dia hamil tujuh atau delapan bulan. Ia juga sangat kesakitan, kesulitan bernapas dan nyawanya terancam," kata ginekolog Dr Hu Jinhui, yang menangani gadis tersebut, dikutip dari Daily Mail.

Gadis tersebut sempat menjual sel telurnya seharga 10.000 yuan atau setara dengan 21 juta rupiah dan membeli iPhone baru. Ia mengaku iri dengan teman-temannya yang memiliki ponsel tersebut dan tergiur dengan iklan soal donor telur online.

Bukan hal asing lagi di China soal donor ilegal. Tahun 2016, gadis 17 tahun asal Guangzhou nyaris mati setelah menjual 21 sel telurnya, sementara seorang pria asal Anhui yang menjual ginjalnya saat remaja untuk membeli iPhone dan iPad baru menjadi lumpuh saat berusia 25 tahun.

Pihak berwajib di China telah berusaha untuk menutup semua klinik ilegal penukaran sperma, telur, dan janin. Klinik tersebut semakin banyak karena semakin tinggi permintaan pasangan yang tak subur untuk mencoba hamil setelah kebijakan 'satu anak' dihapuskan, pasalnya lebih dari 45 juta warga China dilaporkan infertil alias tidak subur.

(frp/up)
News Feed