Jumat, 22 Mar 2019 15:46 WIB

Bukan Cuma Karena Lemak, Ini 12 Alasan Kakimu Membengkak

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi kaki bengkak. Foto: Thinkstock Ilustrasi kaki bengkak. Foto: Thinkstock
Jakarta - Nggak melulu karena gemuk atau obesitas, kaki bisa menjadi bengkak karena beberapa kondisi kesehatan. Seringkali bengkak ini dikaitkan dengan gaya hidup sedenter, di mana kita tak terlalu banyak gerak dan lama berada dalam satu posisi seperti duduk atau berdiri.

Kaki menjadi bagian tubuh yang paling bekerja keras. Tiap hari menyokong bobot tubuh dan membantumu untuk berjalan, lari, lompat, berdiri dan jinjit. Ada total 26 tulang dan lebih dari 100 otot, tendon, ligamen di tiap kaki dan pergelangan kaki yang bekerja sebagai tim, membuat kita mampu menjelajah ke manapun.

"Bengkaknya kaki bisa disebabkan karena tekanan, kurang aktif, cedera atau beberapa penyebab lainnya, sirkulasi dari dan ke kaki melambat, dan darah mulai berkumpul di banyak pembuluh darah yang tersebar di jari kaki, tumit dan pergelangan kaki," kata Dyane Tower, DPM, direktur relasi klinis di American Podiatric Medical Association.

Dirangkum dari health.com, berikut beberapa alasan yang bisa menyebabkan kakimu membengkak:


1. Berdiri atau duduk berjam-jam

Terlalu lama duduk atau berdiri bisa menyebabkan kaki bengkak atau retensi. Saat berdiri kita tak bergerak terlalu banyak sehingga otot di kaki, pergelangan dan tungkai tak memiliki kesempatan untuk berkontraksi sehingga memperlambat aliran darah ke dan dari kaki.

Sama halnya dengan orang yang terlalu lama duduk menyebabkan sepatu terasa sesak dan tak nyaman. Meski menyebalkan, namun bengkak ini dapat hilang begitu kita berjalan atau meluruskan dan mengangkat kaki. Maka dari itu biasakan untuk sesekali bergerak ketika kamu terlalu banyak diam dalam satu posisi.

2. Terlalu banyak makan garam

Sodium yang terkandung dalam garam menjadi pelaku utama retensi dan kemudian bisa menyebabkan kaki bengkak. Secara umum, batas asupan garam sehari yang disarankan adalah satu sendok teh.

Sayangnya, kebanyakan garam dikonsumsi bukan dari garam itu sendiri melainkan dari makanan olahan dan cepat saji. Untuk mengurangi risiko kaki bengkak di kemudian hari, mulai batasi asupan-asupan makanan tersebut.

3. Kehamilan

Kaki bengkak biasanya dikaitkan dengan kehamilan, dan memang menjadi salah satu bagian yang tak bisa dihindari. Jill Rabin, MD dari Women's Health Program mengatakan kaki bengkak disebabkan saat bayi berkembang, ia menekan pembuluh darah di pelvis dan berpengaruh pada sirkulasi.

Perubahan hormon juga bisa menjadi penyebabnya. Saat hamil, tubuh memproduksi hormon relaxin yang menyebabkan sendi di pelvis dan kaki serta ligamen menjadi rileks dan melebar. Semakin bertambah usia kehamilan, umumnya bengkak di kaki semakin memburuk, dan bila menyebar ke tangan dan wajah bisa jadi preeklampsia yang berbahaya.

Untuk meredakan bengkak di kaki saat hamil, biasakan untuk tidak berdiri atau duduk untuk waktu yang lama dan angkat kaki untuk sewaktu-waktu untuk melancarkan peraliran darah. Kompres dingin kaki, olahraga ringan dan tidur menyamping juga membantu.


4. Cedera di kaki

Cedera di kaki seperti keseleo atau terlalu lama berlari sehingga menyebabkan fraktur stres bisa menimbulkan bengkak di dalam dan di sekitar kaki. Bengkak itu menjadi respons tubuh atas inflamasi, di mana darah turun menuju area tumit dan membawa sel-sel serta cairan.

Operasi di area kaki juga bisa menyebabkan bengkak. Kamu bisa meredakannya dengan teknik RICE, yakni mengistirahatkan kaki yang cedera (Rest), mengompres dingin di area yang sakit (Ice), bebat area yang cedera atau kram (Compression) dan angkat bagian yang mengalami cedera atau kram (Elevation).

5. Fluktuasi hormon

Seringkali para wanita yang sedang mendekati waktu menstruasi terasa kembung atau bengkak di beberapa bagian tubuh. Perasaan tersebut merupakan hal normal akibat fluktuasi hormon setelah ovulasi, saat sindrom pramenstruasi (PMS) terjadi.

Perubahan hormon yang dipicu oleh kontrasepsi hormonal atau terapi penggantian hormon juga bisa menyebabkan bengkak di beberapa bagian tubuh, termasuk kaki. Untuk meredakannya, perbanyak minum air, kurangi makan makanan asin, dan rutin berolahraga untuk membantu sirkulasi.

6. Obat-obatan

Tak cuma kontrasepsi hormon atau terapi penggantian hormon, namun obat-obatan lain juga bisa menyebabkan kaki bengkak. Obat untuk mengontrol gula darah bagi pengidap diabetes misalnya, menyulitkan sodium untuk keluar dari tubuh.

Kemudian obat pereda nyeri seperti ibuprofen juga bisa memperburuk bengkaknya apabila orang tersebut memiliki penyakit gagal hati atau jantung karena terlalu lama menahan sodium.

7. Ada infeksi

Kaki membengkak bisa jadi karena ada infeksi dan orang yang mengidap diabetes serta penyakit vaskuler periferal lebih berisiko tinggi. Infeksi bisa terjadi karena kerusakan kulit, yang mempermudah bakteri untuk masuk, bisa saja penyebabnya misalnya seperti dari sepatu yang kesempitan.

Tetap menjaganya lembab dengan losion secara rutin agar tidak mudah rusak adalah salah satu cara pencegahan. Antibiotik juga bisa membantu membersihkan infeksi bakteri yang telah terjadi.

8. Lymphedema

Lymphedema adalah sebuah kondisi yang terjadi saat ada sesuatu yang salah pada sistem limfe, yang merupakan bagian dari sistem imun. Cairan limfe membawa sel-sel darah putih pelawan infeksi ke beberapa bagian tubuh.

Bagian-bagian kelenjar limfe di seluruh tubuh mengendalikan perjalanan cairan tersebut, namun apabila kelenjar tersebut rusak atau diangkat (misalnya karena kanker), cairan ini tidak dapat digunakan dengan baik dan menyebabkan bengkak. Bengkak di kaki biasanya karena kelenjar yang ada di selangkangan, yang sangat tipis dan lembut.

9. Jantung tidak memompa cukup darah

Kaki bengkak merupakan tanda yang tak umum dari gagal jantung. Gagal jantung bukan berarti jantungmu berhenti bekerja, hanya saja tidak mampu memompa darah yang cukup dan cairan menumpuk di pembuluh darah.

Jika bengkak terjadi di kaki kiri, berarti menunjukkan gagal jantung bagian kanan. Bengkaknya juga berbeda dengan bengkak yang terjadi akibat duduk atau berdiri terlalu lama.


10. Ada penyumbatan

Deep vein thrombosis bisa terjadi apabila duduk terlalu lama tanpa menggerakkan kaki. DVT merupakan salah satu kasus penyumbatan pembuluh darah yang cukup berbahaya, karena jika terlambat ditangi, gumpalan darah bisa mengarah ke paru-paru, memotong suplai oxigen dan berakibat fatal.

Bengkak terjadi karena adanya gumpalan tersebut. Gumpalan ini mengakibatkan tekanan meningkat dan mendorong cairan di dalam darah keluar dari pembuluh darah menuju jaringan. Tak hanya duduk terlalu lama, faktor-faktor lainnya meliputi obesitas, merokok, hamil, gagal jantung, masalah ginjal, kasus penyumbatan sebelumnya, kanker, atau meminum obat-obatan tertentu (misalnya pil KB) juga bisa menjadi penyebabnya.

11. Gagal ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyeimbangkan cairan di dalam tubuh dan menggerakkan cairan yang tak dibutuhkan keluar dari sistem tubuhmu. Saat salah satunya atau bahkan keduanya tak berfungsi dengan benar, maka bisa terjadi pembengkakan di kaki.

Untuk mengatasinya tak cukup hanya dengan dialisis atau cuci darah, yang biasanya disarankan untuk para pengidap gagal ginjal. Obat-obatan seperti diuretik bisa membantu ginjal membuang cairan-cairan berlebih tersebut, sehingga mengurangi bengkak.

12. Penyakit hati

Penyakit pada hati atau liver seperti sirosis (luka parut di hari) bisa terjadi karena hepatitis atau kebanyakan minum alkohol selama bertahun-tahun. Luka parut ini mengganggu aliran darah dari dan ke hati, lalu menimbulkan tekanan darah tinggi pada pembuluh darah yang menuju hati (disebut hipertensi portal).

Hipertensi portal bisa menyebabkan bengkak di tangan dan kaki serta perut. Sirosis juga bisa mengganggu produksi protein yang disebut albumin, yang juga bisa sebabkan bengkak. Gejala lainnya adalah rasa lelah, pendarahan, mudah lebam, mual dan mata serta kulit yang berwarna kuning. Biasanya kondisi ini diatasi dengan perubahan gaya hidup dan bahkan transplantasi hati.

(frp/up)
News Feed