Jumat, 22 Mar 2019 20:45 WIB

Bukan Dikorek, Begini Cara Bersihkan Telinga yang Disarankan Dokter

Rosmha Widiyani - detikHealth
Tidak hati-hati membersihkan telinga bisa merusak pendengaran (Foto: thinkstock) Tidak hati-hati membersihkan telinga bisa merusak pendengaran (Foto: thinkstock)
Jakarta - Cotton bud dan korek kuping aneka bahan memang populer sebagai alat untuk membersihkan telinga. Namun keduanya ternyata tidak disarankan dokter ahli telinga, hidung, tenggorokan kepala leher (THT-KL).

"Telinga sebetulnya tidak perlu dibersihkan dengan dikorek ke arah dalam dengan cotton bud atau korek kuping. Membersihkan telinga dengan mengorek justru berisiko menekan kotoran hingga gendang telinga, yang akhirnya bisa mengganggu fungsi pendengaran," kata Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PP Perhati-KL) Indonesia dr Soekirman Soekin, Sp.THT-KL (K), Jumat (22/3/2019).



Menurut dr Soekirman, kotoran telinga bisa keluar dengan sendirinya melalui mekanisme tubuh. Misal mekanisme mengunyah yang ikut mendorong keluar kotoran telinga atau serumen. Kotoran telinga sebetulnya hanya terdapat pada 1/3 telinga bagian luar.

Bila tidak juga keluar, dr Soekirman menyarankan penggunaan cairan penghancur kotoran telinga yang dijual bebas. Selanjutnya, liang telinga cukup dibersihkan dengan tisu atau cotton bud untuk bayi yang berukuran kecil.

dr Soekirman tidak menyebutkan frekuensi tertentu untuk membersihkan telinga. Menurutnya frekuensi bergantung pada kerja kelenjar lemak dan sistem lain dalam telinga. Ada yang membersihkan telinga tiap 2-3 hari sekali, namun sebagian lain memilih durasi lebih panjang. Kotoran sendiri sebetulnya mekanisme organ melindungi diri dari benda asing, misal materi atau hewan yang tanpa sengaja masuk lubang telinga.

(up/up)