Minggu, 24 Mar 2019 12:02 WIB

Dul Nangis Bukan untuk Ahmad Dhani, Begini Respons Otak saat Ingat Mantan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Pengakuan Dul yang nangis bukan karena Ahmad Dhani. Foto: Instagram Dul Jaelani Pengakuan Dul yang nangis bukan karena Ahmad Dhani. Foto: Instagram Dul Jaelani
Jakarta - Sempat viral Dul Jaelani yang menangis saat membawakan 'Cinta Kan Membawamu' dalam konser 'Dewa 19', di Malaysia. Banyak yang menyebut tangisan itu wujud kesedihan Dul terhadap nasib sang ayah, Ahmad Dhani di penjara. Ternyata, tangisan itu untuk mantannya!

"Waktu saya bawa 'Cinta Kan Membawamu', saya menangis sebenarnya bukan menangis karena ayah saya, saya menangisi mantan saya," ujar Dul saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).

Wah, wah, namanya juga kisah cinta anak muda.


Dikutip dari Discover Magazine, para ahli mengatakan keterikatan neurologis yang terjadi antara kekasih yang berumur belia tidak berbeda dengan keterikatan bayi dengan ibunya. Hormon seperti vasopresin dan oksitosin adalah kunci dalam membantu menciptakan rasa kedekatan dalam hubungan dan memainkan peran utama dalam kedua hal tersebut.

Apalagi jika orang itu adalah yang pertama, terbaik atau paling intim, kenangannya jadi lebih sulit dihapuskan. Itulah mengapa orang seringkali balikan dengan mantannya.

"Orang yang membuat kamu mengalami orgasme pertama kali, terutama jika orang itu berpelukan denganmu sesudahnya, memberikan contoh tentang apa yang menurut kamu menarik," kata Jim Pfaus, seorang profesor psikologi dan ilmu saraf di Concordia University, Montreal.

Menurut sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam The Journal of Neurophysiology, perasaan cinta romantis memicu sistem dopamin otak, yang mendorong kita untuk mengulangi pengalaman yang menyenangkan. Opiat alami otak membantu menyandikan pengalaman, dan oksitosin bertindak sebagai 'lem' yang menempa perasaan kedekatan itu.

"Oksitosin melepaskan jaringan aktivitas otak yang memperkuat isyarat visual, bau dan suara," jelas Larry Young, seorang profesor psikiatri di Emory University, Atlanta.

Ditambah efek dari opiat alami dan dopamin otak, dan sifat-sifat pasangan seperti misalnya punya rahang yang kuat, mata yang tajam, pakai parfum beraroma musky meninggalkan semacam sidik jari saraf. Ah, mantan memang susah dilupakan ya.

(ask/frp)