Minggu, 24 Mar 2019 18:39 WIB

Ahmad Dhani Sampai Diinfus, Apakah Asam Urat Bisa Membahayakan?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ahmad Dhani. Foto: Deny Prastyo Utomo Ahmad Dhani. Foto: Deny Prastyo Utomo
Jakarta - Penyakit asam urat yang diidap Ahmad Dhani membuatnya dirinya drop dan harus diinfus saat mendekam di Rutan Medaeng. Kuasa hukum Dhani, Sahid, mengatakan dirinya mendapati kaki kanan Dhani bengkak dan sedikit merah.

"Mas Dhani masih di Medaeng, cuma agak bengkak kakinya sebelah kanan kayak orang kebanyakan duduk bersila, itu agak merah-merah," kata Sahid kepada detikcom di Surabaya, Minggu (24/3/2019).

Orang yang pernah merasakan serangan gout atau asam urat yang sangat menyakitkan tidak pernah mengalami serangan kedua kalinya. Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa orang lainnya memiliki gout kronis yang sering kali terjadi beberapa kali.

Lalu apakah asam urat bisa membahayakan hingga Dhani harus diinfus? Jika tak segera ditangani, asam urat memang bisa bisa berujung pada kondisi yang lebih parah. Serangan gout sering terjadi pada malam hari dan mengganggu tidur, hingga menyebabkan kelelahan, stres dan perubahan mood.


Rasa nyerinya juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Ditambah lagi berisiko terjadi kerusakan sendiri karena serangan berulang kali, yang bisa mengakibatkan disabilitas permanen.

Asam urat yang tak ditangani bisa menyebabkan penyakit yang disebut tophi atau tophaceous gout. Tophi adalah deposit dari kristal asam urat yang terbentuk di bawah kulit di bagian tangan, kaki, pergelangan atau telinga.

Saat disentuh, tophi terasa keras, tidak terlalu sakit kecuali saat serangan datang yang kemudian menjadi bengkak. Jika bertumbuh, tophi bisa menggesek kulit dan jaringan sendi di sekitarnya, sehingga bisa berujung pada kerusakan sendi dan kelainan bentuk sendi.

Kondisi lainnya yang bisa diakibatkan penyakit asam urat adalah gagal ginjal dan juga batu ginjal. Kristal urat juga bisa terbentuk di dalam ginjal dan menjadi batu ginjal yang menyakitkan. Semakin banyak batu ini akan mengganggu fungsi ginjal.


Menurut National Kidney Foundation, banyak pengidap asam urat juga memiliki penyakit ginjal kronis yang kadang berujung menjadi gagal ginjal. Asam urat juga umum ditemukan pada orang yang mengidap hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal jantung, katarak, sindroma mata kering, dan komplikasi kristal asam urat di paru-paru yang cukup langka.

Jika terdiagnosis lebih awal, pengidap asam urat bisa hidup dengan normal. Biasanya disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu serta mengubah gaya hidup dan pola makan untuk mengurangi gejala serta frekuensi dan keparahan serangan asam urat.

Saat menjenguk Dhani di rutan, Sahid menanyai beberapa penyebab mengapa asam uratnya kambuh. Dhani menjawab karena tidur di lantai, keseringan mandi air dingin, pola makan yang tidak terkontrol, dan juga jarang olahraga serta terpapar sinar matahari.

"Yang ketiga kata dokternya makannya itu udah ngawur. Mungkin pecel sampe apa lah itu. Makanannya ya jatah, kadang beli, kadang ada yang ngirimi gitu. Minta pecel, nasi goreng Jawa, kan sukanya nasi goreng Jawa," pungkasnya.

(frp/ask)