Terkait stunting, pasangan calon (paslon) 01 dan 02 punya solusi sendiri. Hal ini menjadi bahan diskusi yang digelar Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) pada Minggu (24/3/2019).
Tim sukses 01 merujuk pada Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan saat ini. PKH memungkinkan keluarga mendapat beragam bantuan, mulai dari beras hingga modal usaha. Bantuan ini bisa membantu memperbaiki kesejahteraan keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantuan juga hanya diberikan pada ibu yang minum vitamin sesuai saran dokter. Perbaikan gizi mulai dari kehamilan diyakini dapat mencegah anak mencegah anak mengalami stunting.
Sedangkan tim sukses 02 berpendapat program pemerintah telah cukup sukses. Program tersebut akan dilanjutkan untuk terus menekan stunting. Program ini antara lain, peningkatan cakupan ASI dan memberi asupan vitamin bagi ibu hamil.
"Yang sukses harus dilanjutkan. Namun jangan hanya terpaku pada stunting, yang bisa selesai selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kita harus memenuhi gizi hingga usai 1.000 HPK," kata Harun Albar dari Satgas Kesehatan BPN, tim sukses paslon 02 kubu Prabowo.
Harun mengatakan, program yang diusulkan adalah pemenuhan gizi selama anak di sekolah. Misal pemberian makan pagi, siang, dan kudapan yang mengandung gizi seimbang. Kecukupan gizi akan memperbaiki kualitas manusia Indonesia.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 ada 30,2 persen anak Indonesia mengalami stunting. Anak yang stunting berisiko tidak bisa memaksimalkan potensinya di masa mendatang. Mereka juga lebih berisiko terkena obesitas, hipertensi, dan gangguan jantung hingga menjadi beban lingkungan sekitar.
Tonton juga video Stunting dan 'Sedekah Putih' Picu Debat Serius Ma'ruf-Sandi:












































