Bayi tersebut dilarikan ke rumah sakit kota Bologna karena mengalami gagal jantung pada Jumat (25/3) malam lalu. Dokter berusaha memberikan pertolongan namun nyawa sang bayi tidak tertolong.
Karena kejadian ini otoritas setempat membuka investigasi terhadap orang tua sang bayi yang diketahui berasal dari Ghana. Dikutip dari BBC pada Senin (25/3/2019), organisasi nirlaba Amsi menyebut setiap tahunnya di Italia bisa 5.000 tindakan sunat namun lebih dari sepertiganya dilakukan secara ilegal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal tersebut, di Indonesia kecelakaan pada anak-anak yang disunat secara sembarangan juga dilaporkan pernah terjadi pada September 2018 lalu. Saat itu seorang anak di Kecamatan Doro, Pekalongan, tidak sengaja terpotong penisnya oleh mantri dengan alat pemotong listrik (electric cautery).
Menurut spesialis bedah saraf, dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, kepala kelamin yang terpotong menggunakan alat electric cautery sangat kecil kemungkinannya untuk disambung kembali.
"Karena jaringannya mengalami luka bakar," ujar dr Mahdian kepada detikHealth.
"Paling ya rekonstruksi untuk menyelamatkan saluran kecingnya," pungkasnya.











































