Senin, 25 Mar 2019 15:00 WIB

Ini Alasannya Pasien TB Harus Berobat 6 Bulan Full

Widiya Wiyanti - detikHealth
Batuk tak sembuh-sembuh merupakan salah satu gejala infeksi TB (Foto: iStock) Batuk tak sembuh-sembuh merupakan salah satu gejala infeksi TB (Foto: iStock)
Jakarta - Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang masih menjadi beban besar di Indonesia. Indonesia sendiri menjadi negara ketiga di dunia dengan beban TB terbanyak setelah India dan China.

Penyakit TB diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahunnya di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang menular melalui udara. Masa pengobatan pasien TB pun harus tuntas selama minimal 6 bulan. Apa bisa sembuh sebelum 6 bulan?

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta, Dr dr Erlina Burhan, SpP(K) mengatakan bahwa TB belum sembuh sebelum pengobatan selama minimal 6 bulan. Pengobatan yang terhenti atau tidak teratur bisa mengakibatkan terjadinya TB resisten obat (TB RO).

"TB resisten obat adalah TB yang kebal dengan obat yang sudah diberikan, terjadi karena pasien berobat tidak selesai tidak sampai sembuh, kumannya bermutasi dan berubah jadi kuat dan kebal obat," ujarnya saat konferensi pers di kantor pusat PDPI di Cipinang, Jakarta Timur, Senin (25/3/2019).



dr Erlina menambahkan, biasanya TB RO terjadi ketika pasien TB merasa sudah sehat dan tidak lagi muncul gejala sebelum 6 bulan, mereka pun berhenti untuk meminum obat.

Kasus TB RO ini semakin meningkat setiap tahunnya. Padahal menurut dr Erlina TB RO ini bisa menularkan kuman yang juga resistensi obat dan sulit untuk disembuhkan.

"Karena tidak mempan lagi dengan obat yang biasa dipakai, jadi pakai obat kimia line kedua, lebih banyak, lebih keras, lebih banyak menimbulkan efek samping. Mual, muntah, nyeri otot, nyeri tulang," tambah dr Erlina.



Ini Alasannya Pasien TB Harus Berobat 6 Bulan Full
(wdw/up)