Senin, 25 Mar 2019 18:30 WIB

5 Fakta Bau Badan yang Kamu Perlu Tahu

Ayunda Septiani - detikHealth
Deodoran biasa dipakai untuk mengatasi bau badan. (Foto: Thinkstock) Deodoran biasa dipakai untuk mengatasi bau badan. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Bau badan seringnya menjadi masalah yang membuat kita menjadi minder. Meskipun gaya pakaian sudah oke, tapi kalau muncul bau tak sedap pada tubuh pasti bisa membuat orang lain menjauh.

Namun, tahukah kamu bahwa keringat bukan penyebab bau badan yang sesungguhnya? Atau, bahwa keringat saat stres baunya berbeda? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa fakta menarik tentang bau badan.



1. Keringat tidak berbau

Bau badan memang diawali dengan munculnya butiran keringat pada tubuh. Semakin banyak produksinya, maka aromanya jadi semakin menyengat.

Namun, keringat sendiri sebenarnya tidak berbau lho. Pertumbuhan bakteri di area yang lembap pada tubuh yang memiliki peranan menghasilkan bau tak sedap yang mengganggu.

2. Aromanya bersifat unik

Tubuh manusia memproduksi aroma unik yang berbeda satu sama lain. Hal ini didasarkan pada makanan apa yang dikonsumsi dan juga faktor genetik. Jadi, bisa dikatakan bahwa keunikannya sama dengan sidik jari atau DNA manusia.

3. Keringat muncul setelah mandi

Usai mandi langsung pakai baju tanpa mengeringkan badan terlebih dahulu? Itu dia penyebab bau badan membandel. Mengapa bisa demikian? Jika seseorang tidak mengeringkan badannya dengan baik setelah mandi, uap air bisa jadi terjebak di antara lipatan kulit. Karena tidak ada akses ke udara di lipatan kulit itu, maka lebih mudah bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak dan bercampur dengan keringat. Itulah penyebab bau dan iritasi.



4. Keringat karena stres lebih bau

Terlalu stres juga bisa memicu bau badan. Biasanya orang yang terlalu stres akan mengeluarkan keringat. Tetapi keringat orang yang sedang stres berbeda dengan keringat pada umumnya. Sebab keringat akibat stres lebih berbau.

Pada saat seseorang stres, kelenjar apokrin akan mengeluarkan keringat yang mengandung lemak ke permukaan kulit. Nah, keringat yang keluar dari kelenjar apokrin ini kurang berair, sementara itu bakteri senang sekali mendapati campuran protein dan lemak dalam keringat ini.

5. Bahan pakaian bisa picu bau badan

Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Applied and Environmental Microbiology menyebut pakaian dengan bahan polyester akan membuat pemakainya lebih berbau tidak enak ketimbang katun setelah melakukan olahraga. Karena, terdapat bakteri tertentu yang jika melekat di polyester maka akan menyebabkan bau lebih mudah muncul.


5 Fakta Bau Badan yang Kamu Perlu Tahu
(up/up)
News Feed