Selasa, 26 Mar 2019 07:01 WIB

Orang yang Sering Terlambat Justru Panjang Umur dan Lebih Sukses

Frieda Isyana Putri - detikHealth
orang yang sering datang terlambat memiliki kadar stres yang lebih rendah. (Foto: Dok. LG) orang yang sering datang terlambat memiliki kadar stres yang lebih rendah. (Foto: Dok. LG)
Jakarta - Ada dua tipe manusia di dunia ini. Yang pertama adalah mereka yang mati-matian untuk datang ke manapun lebih awal, dan yang kedua adalah mereka yang sering terlambat alias tukang ngaret.

Mereka yang kerap datang terlambat sering menuai kritikan atau hujatan dari orang-orang sekitar karena membuang-buang waktu atau dikaitkan dengan sikap pemalas. Padahal menurut sebuah studi baru, 'ngaret' justru jadi salah satu sifat terbaik yang harus dimiliki, terutama untuk kesehatan fisik dan mental.

Media Southern Living menganalisis beberapa studi dan menemukan kaitan antara keterlambatan dan menjalani kehidupan yang sukses dan lebih lama. Secara sederhana dapat dikatakan orang yang sering datang terlambat memiliki kadar stres yang lebih rendah dan jarang gelisah, ketimbang mereka yang gemar on-time.



Manfaat besarnya adalah mereka memiliki risiko stroke, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi yang lebih rendah. Selain itu mereka juga memiliki pandangan yang lebih positif juga, misalnya mereka yakin bisa melakukan seluruh kegiatan wajib mereka dan tetap mampu sampai ke tujuan tepat waktu.

"Banyak tukang ngaret cenderung lebih optimistis dan juga tidak realistis. Mereka lebih ingat satu hari di mana mereka lebih bisa melakukan semua hal dalam 60 menit saja dan melupakan waktu lainnya yang memakan waktu lebih banyak," kata Diana DeLonzor, penulis buku Never Be Late Again, dikutip dari Women's Health.

Lalu bagaimana hal ini bisa berpengaruh pada rentang hidup seseorang? Beberapa ahli dari Sekolah Kedokteran Harvard menjelaskan, rasa optimis bisa membantu seseorang mengatasi penyakit dan pulih dari operasi.

"Yang lebih hebatnya lagi adalah dampak dari pandangan positif pada kesehatan dan umur panjang. Riset ini memberitahu kita bahwa melihat hidup dengan optimis pada awalnya dapat memprediksi kesehatan yang lebih baik dan angka kematian yang lebih rendah selama periode follow-up yakni 15 hingga 40 tahun," tulis studi mereka baru-baru ini.

Kesimpulannya, nggak ada salahnya untuk lebih santai dan sesekali terlambat. Kamu tim yang mana, detikers? Tim ngaret atau datang lebih awal?

(frp/up)
News Feed