Selasa, 26 Mar 2019 07:31 WIB

Kemenkes Uji Coba Tarif Baru Layanan Rumah Sakit Akhir 2019

Rosmha Widiyani - detikHealth
Penyesuaian biaya rumah sakit akan mulai diterapkan pada 2019. (Foto: iStock) Penyesuaian biaya rumah sakit akan mulai diterapkan pada 2019. (Foto: iStock)
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menguji coba tarif baru layanan rumah sakit di akhir 2019. Layanan ini mengacu pada Indonesia Case Based Group's (INA-CBG's) yaitu paket tarif rumah sakit yang digunakan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Angka tepatnya belum keluar karena masih dalam tahap perhitungan. Nantinya akan kita lihat apakah tarif ini bersahabat dengan masyarakat, dengan mempertimbangkan beban pengeluaran rumah sakit. Kita juga ingin melihat respon rumah sakit dan efeknya pada beban biaya yang ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," kata Kepala Bidang Jaminan Kesehatan Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Doni Arianto, Senin (25/3/2019).



Doni mengatakan, penyusunan tarif baru dilakukan melalui kerja sama dengan rumah sakit dan organisasi profesi kedokteran. Kerja sama dengan rumah sakit memungkinkan penghitungan rata-rata biaya pengeluaran per layanan, yang disebut hospital based rate. Sementara kerja sama dengan organisasi kedokteran bertujuan menyusun klasifikasi tarif baru dalam INA-CBG's.

Salah satu hal yang mempengaruhi perhitungan tarif adalah adjusment factor yang bisa terdiri atas inflasi, politik, dan fiskal. Menurut Doni, tarif INA-CBG's idealnya naik sesuai dengan tingkat inflasi. Besarnya tarif INA-CBG's nantinya akan berefek pada premi yang harus dibayar peserta JKN.

"Nantinya bisa tarif INA-CBG's atau premi yang naik terlebih dulu bergantung kebijakan pemerintah. Yang pasti saat ini semua sedang kita hitung dan disimulasikan antara tarif dengan premi. Kita ingin INA-CBG's ini sesuai dengan kondisi dan hospital based rate di Indonesia," kata Doni.

(Rosmha Widiyani/up)