Selasa, 26 Mar 2019 15:40 WIB

Viral Dikaitkan dengan Kanker Darah Bu Ani, Apa Itu Tetrakloroetilen?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Beredar pesan berantai yang mengaitkan dry cleaning dengan kanker darah (Foto: detikHealth) Beredar pesan berantai yang mengaitkan dry cleaning dengan kanker darah (Foto: detikHealth)
Jakarta - Sebuah pesan singkat beredar di aplikasi pesan instan menyebutkan bahwa senyawa kimia berbahaya dalam metode dry cleaning dicurigai sebabkan kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono. Senyawa kimia ini disebut tetrakloroetilen atau perkloroetilen atau yang kerap disingkat PCE.

"Drycleaning ini adalah metoda pencucian dengan menggunakan pelarut organik. Ada berbagai jenis pelarut organik yang digunakan sebagai pelarut yang berfungsi menghilangkan kotoran. Salah satunya adalah tetrakloroetilena ini," tutur Dr Eng Agus Haryono, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), saat dihubungi detikHealth, Selasa (26/3/2019).

PCE merupakan cairan pelarut organik yang umum digunakan untuk membersihkan minyak, kotoran, lilin tanpa berdampak pada kain atau bahan besi. Selain untuk mencuci dry clean, PCE juga digunakan untuk bahan anti-air, pembersih cat, tinta printer, lem, perekat, pemoles dan pelumas. PCE merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk membuat senyawa kimia lainnya.



PCE yang berbentuk cairan bisa dengan mudah menguap lalu mengembun dan jatuh ke tanah atau air. Oleh karena itu senyawa ini bisa jadi ada dalam jumlah yang amat kecil di udara yang kita hisap maupun di air yang kita minum, menurut Yayasan Kanker Amerika Serikat (ACS).

"Orang-orang bisa terekspos tetrakloroetilen dengan menghirupnya, kontak langsung pada kulit, atau menelan air atau makanan yang terkontaminasi. Bagaimanapun caranya terekspos, kebanyakan langsung keluar saat kita menghembuskan napas. Sejumlah kecil bisa tertinggal dan diubah oleh tubuh menjadi kimia lainnya dan dibuang melalui urine, beberapa tetap berada di dalam tubuh selama sekian waktu," tulis situs tersebut.

PCE telah lama dicurigai sebagai penyebab beberapa jenis kanker, baik pada pengujian di hewan dan manusia. Contohnya, sebuah studi yang mengkaji mereka yang terpapar di tempat kerja dan mereka yang meminum air terkontaminasi.



Mereka yang terpapar di tempat kerja, seperti pekerja dry cleaning, pekerja pabrik kimia, dan pekerja di perawatan pesawat menemukan lebih banyak kasus kanker-kanker tertentu. Termasuk kanker esofagus, ginjal, serviks dan kandung kemih, dan juga limfoma. Akan tetapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

Masalah kesehatan lainnya yang bisa ditimbulkan karena paparan PCE adalah iritasi pada kulit, mata, hidung, tenggorokan atau sistem pernapasan. Efek lainnya bisa menimbulkan mual, pusing, sakit kepala, masalah penglihatan, berbicara dan berjalan.

Dalam paparan jangka waktu lama dan konsentrasi yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal dan hati. Serta gejala neurologis parah seperti linglung, lesu, pingsan bahkan koma dan kematian.

"Bisa menyebabkan gangguan sistem syaraf, kerusakan ginjal (jika makanan terkontaminasi), gangguan reproduksi dan lain-lain," tandas Agus.





Simak juga video Mengenal Lebih Jauh Kanker Darah yang Dialami Ani Yudhoyono dan Anak Denada:

[Gambas:Video 20detik]


Viral Dikaitkan dengan Kanker Darah Bu Ani, Apa Itu Tetrakloroetilen?
(frp/up)